Blora — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI Al-Anwar Unit 16 menutup masa pengabdiannya di Desa Jiken dengan menyerahkan rekomendasi pengelolaan sampah kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora, Selasa (18/8/2026).
Penyerahan rekomendasi berlangsung pukul 08.30 WIB di Kantor DLH Blora. Rekomendasi tersebut disusun dalam bentuk modul Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan sampah mengusung konsep Integrated Farming, yang merupakan hasil penelitian dan program kerja mahasiswa selama 40 hari mengabdi.
Konsep yang ditawarkan tidak hanya berfokus pada pemilahan dan pembuangan, tetapi juga mendorong pemanfaatan sampah agar kembali menjadi sumber daya bernilai guna. Dalam modul tersebut, pengelolaan sampah diintegrasikan ke dalam beberapa sektor produktif, seperti budidaya maggot, pembuatan kompos, pertanian, hingga peternakan.
Melalui pendekatan ini, sampah organik diupayakan tidak langsung berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sampah dipilah dan diolah sesuai jenis serta potensinya: sampah organik dimanfaatkan untuk pakan maggot dan pembuatan pupuk kompos, sedangkan hasilnya digunakan untuk menunjang kebutuhan sektor pertanian dan peternakan warga.
Gagasan ini sekaligus menjadi solusi alternatif atas kebiasaan masyarakat yang masih mengandalkan pembakaran sebagai jalan pintas penanganan sampah. Dengan mengolah sampah langsung dari sumbernya, pengelolaan lingkungan dapat berjalan lebih efisien tanpa harus bergantung pada biaya besar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora, Istadi Rusmanto, menyambut baik dan mengapresiasi rekomendasi dari para mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, penanganan masalah sampah memang harus diselesaikan dari hulu agar tidak membebankan kapasitas TPA.
“Kami berharap permasalahan sampah ini dapat diselesaikan dari sumbernya dan tidak harus selalu berakhir di TPA. Kapasitas TPA terbatas, sehingga terkadang membutuhkan lahan baru, dan proses penyediaannya tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar,” ujar Istadi Rusmanto.
“Oleh karena itu, dengan adanya rekomendasi berupa modul atau SOP pengelolaan sampah yang diusung teman-teman KKN ini, kami berharap dapat membantu mengatasi permasalahan sampah sejak dari sumbernya,” tambahnya.
Bagi mahasiswa KKN STAI Al-Anwar Unit 16, penyusunan modul ini merupakan bentuk kontribusi nyata yang berkelanjutan agar dapat diterapkan dan dikembangkan masyarakat setempat meski masa pengabdian telah usai. Persoalan sampah tidak lagi dipandang sekadar ancaman lingkungan, melainkan potensi ekonomi circular yang dapat mendukung kesejahteraan sektor lain secara berkelanjutan.
Konsep Integrated Farming yang ditawarkan menghubungkan pengelolaan sampah dengan kegiatan produktif. Hasil pengolahan sampah dapat dimanfaatkan kembali sehingga membentuk sebuah siklus yang menghubungkan sektor persampahan, maggot,kompos,pertanian, dan peternakan.
Rekomendasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu dan berkelanjutan.
Dengan konsep tersebut, mahasiswa KKN STAI Al-Anwar Unit 16 mendorong perubahan cara pandang terhadap sampah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang, tetapi jugasumber daya yang masih dapat dimanfaatkan.
Penyelesaian persoalan sampah pun diharapkan dapat dimulai dari sumbernya, sehingga beban TPA dapat ditekan sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah untuk sektor pertanian dan peternakan.













