HeadlinePolitik

Menjaga Tradisi, Sedulur Sikep Samin Klopoduwur Kenakan Pakaian Adat Saat Nyoblos

×

Menjaga Tradisi, Sedulur Sikep Samin Klopoduwur Kenakan Pakaian Adat Saat Nyoblos

Sebarkan artikel ini
Sesepuh Samin Klopoduwur usai memberikan Suara pada pemilu serentak. (Dok)

Blora– Sedulur sikep di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo dengan mengenakan pakaian adat samin berbondong-bondong ke TPS setempat. Mereka ikut menggunakan hak pilih di TPS 04 Desa Setempat.

Tak Hanya para warga sedulur sikep, petugas KPPS juga mengenakan pakaian adat samin yaitu dengan mengenakan iket hitam dan baju serta celana hitam bagi laki laki dan kebaya hitam bagi perempuan.

Pemilik rumah yang dijadikan lokasi TPS 4, Sudarwadi mengatakan sebelumnya sudah dirapatkan dan seperti biasa mengenakan adat samin. Hitam-hitam begini.

“jadi sudah setiap ada pilihan, pasti mengenakan adat sedulur sikep. Karena kami juga warga lokal sini, sebagai bentuk upaya untuk menjaga tradisi sesepuh kami,’’ jelasnya, Rabu (14/2/2024).

Ia juga menuturkan, upaya tersebut tak lepas dari sosok Mbah Lasio, sesepuh Samin setempat. Menurutnya, upaya tersebut agar adat istiadat setempat tak tergerus oleh zaman.

“Kalau di tempat lain kan juga memperingati valentine, nah kami lebih menjaga budaya lokal kami. Mbah Lasio juga selalu hadir saat pemilu dan mengenakan baju kebanggaan suku samin,’’ terangnya.

Untuk diketahui, di TPS tersebut setidaknya ada 285 DPT. Mereka berasal dari warga RT 01 dan RT 02 RW 02 yang berada di sekitar dukuh Samin Karangpace. Dan salah satunya Mbah Lasio beserta para sedulur sikep lain di Klopoduwur.

Sesepuh Sikep Klopoduwur Mbah Lasio dalam pemilu serentak menyebut mereka memilih untuk terlibat dalam pemilu sebagai bentuk penyaluran hak yang mereka miliki dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Dalam menyalurkan hak pilihnya itu, para sedulur Sikep  di Dukuh Parangpace, Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo mengenakan pakaian serba hitam itu. Terpantau, bagi laki-laki juga mengenakan ikat kepala (udeng). Sedangkan untuk perempuan mereka mengenakan kebaya hitam dengan bawahan batik.

“Kami selalu hadir. Setelah ngarit di sawah saya ke sini (TPS 04). Tepat waktu, dan antre dengan warga lain yang mau nyoblos,’’ tuturnya.

Pihaknya menjelaskan sudah memiliki pilihan tertentu. Para sedulur sikep memilih calon yang mereka kenal dan sudah berkontribusi. Mereka tak akan memilih orang yang tidak kenal dan tidak pernah datang ke wilayah tersebut.

“Pilih yang sudah pernah kesini dan terbukti sudah membantu kami. Kami memilih sebagai bentuk balas budi karena sudah dibantu. Pernah dibantu salah satu calon presiden soal air dulu,’’ tuturnya saat ditemui di TPS setempat.

Namun, ia akui juga tak jarang calon-calon wakil rakyat yang meminta doa restu tetapi melupakan kelompok saminnya.

“Udah sering. Mboten nopo-nopo. Kami tidak berharap balas budi, biar pribadi masing-masing aja. Gusti sing mbales,’’ ucapnya

Diketahui, di Dukuh Karangpace, Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo itu ada 74 sedulur sikep. Mereka nyoblos di TPS 4 yang berlokasi tidak jauh dari pendapa Samin Karangpace.

Example 120x600