EkonomiHeadlineSeputar Desa

Dampak Kekeringan, Embung di Blora Mengering

×

Dampak Kekeringan, Embung di Blora Mengering

Sebarkan artikel ini
Kondisi embung Celengan di desa Sendangmulyo mengering tak ada air,.(Dok)

Blora – Kekeringan yang melanda wilayah Sendangmulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, berdampak buruk pada sektor pertanian. Embung Celengan, satu-satunya sumber air andalan para petani di desa ini, mengalami kekeringan dan kerusakan parah akibat kekeringan panjang.

Retakan-retakan besar terlihat jelas pada dinding embung seluas 2,5 hektare tersebut. Kondisi ini membuat embung tidak dapat menampung air hujan dengan baik, sehingga pasokan air untuk mengairi sawah menjadi terganggu.

Sutaji, seorang petani setempat, mengungkapkan keprihatinannya. Hal ini lantaran embung tersebut menjadi tumpuan para petani sekitar untuk bercocok tanam.

“Embung Celengang sangat penting bagi kami. Biasanya, embung ini mampu mengairi sawah kami seluas lima hektare saat musim tanam kedua. Namun, sekarang sawah kami mengering dan tidak bisa ditanami,” ujarnya, Kamis (29/8/2024)

Pihaknya berharap segera ada hujan sehingga para petani tidak gagal panen.

“Semoga harapannya segera ada hujan turun dan mungkin ada langkah langkah dari Dinas terkiat untuk para petani,” harpanya.

Senada dengan Sutaji, Kepala Desa Sendangmulyo, Mohamad Bajuri, juga mengakui bahwa kondisi ini sangat memprihatinkan. Akibat kemarau panjang embung yang ada di desanya mengering dan warga tidak bisa menanam.

“akibat kemarau ini embung tidak ada air nya, yang biasanya petani mengandalkan air dari sini sekarang sudah tidak bisa lagi bertanam,” kata Bajuri.

Example 120x600