ArtikelHeadlinePendidikan

Sang Jurnalis yang Menyemai Sastra di Desa Boja

×

Sang Jurnalis yang Menyemai Sastra di Desa Boja

Sebarkan artikel ini
Heri Chandra ( Sumber Foto: Profil Penerima SATU Indonesia Awards 2011 )

Kendal – Sastra, yang sering dianggap sebagai dunia elit dan perkotaan, ternyata juga dapat bermekaran subur di desa. Komunitas Lereng Medini (KLM) di Kecamatan Boja, Kendal, Jawa Tengah, membuktikan hal tersebut.

Didirikan pada tahun 2008 oleh Heri Chandra Santosa, seorang jurnalis asal Kendal, dan Sigit Susanto, seorang pegiat kesusastraan yang kini bermukim di Swiss, KLM hadir sebagai oase bagi para pecinta sastra, khususnya bagi pelajar desa yang minim akses terhadap dunia literasi.

“Kami ingin membuktikan bahwa sastra bukan hanya milik segelintir orang, masyarakat desa, dengan segala keterbatasannya, juga berhak menikmati keindahan dan kekayaan sastra.”tegas Heri.

Sebelum mendirikan KLM, Heri dan Sigit lebih dulu membuka perpustakaan gratis bernama “Pondok Maos” pada tahun 2006. Perpustakaan ini, yang berlokasi di rumah Sigit di Desa Bebengan, Boja, menyediakan berbagai koleksi buku sastra, baik karya penulis Indonesia maupun mancanegara.

“Kami sadar, sebelum belajar tentang sastra, yang terpenting adalah menumbuhkan minat baca,” tambah Heri.

Di KLM, para anggota tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga melakukan kajian terhadap berbagai karya sastra. Mereka juga membentuk kelompok baca untuk mendiskusikan buku-buku yang telah dibaca bersama-sama. Selain itu, KLM kerap mengadakan berbagai kegiatan literasi seperti workshop menulis, bedah buku, dan pertunjukan seni.

Dikutip dari laman online kumparan.com, yang terbit pada (27/12/2022). Melihat antusiasme warga terhadap perpustakaan KLM ini, Heri memanfaatkan moment tersebut untuk lebih mengembangkan perpustakaan tersebut tak sekadar sebuah taman bacaan. Heri membuat program berkelanjutan sebagai sarana tempat diskusi, bedah buku dan aktivitas lainnya.

Selain itu, program lainnya diadakan oleh pria kelahiran 1982 ini adalah:
1. Kelas reading group yang berisi kegiatan bedah karya sastra yang meliputi musikalisasi puisi, pentas teater, bulan bahasa dan parade sastra yang dikemas menarik dan mengangkat tema-tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat Boja.

Dari kegiatan ini, tak hanya memberikan hiburan dan oase ilmu bagi warga desa setempat namun menstimulasi potensi dan bakat warga yang mempunyai kesempatan untuk diekspresikan dalam reading group yang diadakan setiap Hari Minggu pagi ini.

Heri mengatakan bahwa hal ini bertujuan untuk memperkenalkan sastra dengan cara termudah pada masyarakat agar literasinya terasah dengan baik dan dapat diaplikasikan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Buku-buku yang dibacakan pada reading group ini diantaranya novel karya Ernest Hemingway berjudul Man and the Sea, Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan Metamorfosa Samsa karya Franz Kafka. Tentu saja karya-karya maestro sastra ini dapat memberikan insight kuat dalam mengenal sastra sekalipun untuk pemula.

2. Sastra Sepeda, tak berhenti pada satu daerahnya saja, Heri menjangkau masyarakat di luar Boja dengan menyebarkan program KLM dengan bersepeda memperkenalkan puisi dan karya sastra lainnya. Sambutan warga pun sangat baik dan mengundang banyak donator menyumbangkan buku-buku hingga terkumpul lebih dari 3000 buku.

3. Kemah Sastra, acara tahunan yang didirikan pada 2014 ini melibatkan peserta murid-murid dari berbagai sekolah di sekitar Kendal. Semua sekolah tersebut menyambut baik program ini sebagai ajang pemberdayaan literasi melalui sastra yang mana 150 orang yang hadir pada setiap sesinya memperoleh kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi serta mendapatkan banyak insight langsung dari para maestro sastra yang menjadi narasumber acara tersebut.

4. Wakul Pustaka, Heri melibatkan tempat-tempat di area public space seperti warung yang sering dikunjungi oleh masyarakat berbagai lapisan dan kategori. Dengan menempatkan wadah-wadah nasi yang terbuat dari bamboo di setiap warung untuk diisi buku-buku berbagai tema dan kategori. Setiap 1-2 bulan buku-buku tersebut diganti dengan buku-buku baru. Pemilik dan pembeli warung tersebut menyambut baik program tersebut dan mengajukan permintaan untuk buku-buku bertema anak yang bisa dipinjam ke rumah.

Hadirnya KLM beserta program-programnya yang berkelanjutan dan mendekatkan selera masyarakat yang suka berinteraksi dan bersosialisasi ini memberikan spirit dan motivasi tinggi pada masyarakat setempat untuk mengubah pola pikirnya menjadi lebih baik terhadap pendidikan dan berorientasi jangka panjang sebagai bekal yang tak pernah habis bagi generasi-generasi penerus.

Seiring perbaikan ekonomi masyarakat dan terus meningkatnya pendapatan, membuat sebagian warga tergerak untuk memberikan fasilitas pendidikan hingga perguruan tinggi. Tentu saja peran KLM memberikan jalan melalui pemahaman literasi yang diberikan dalam setiap programnya.

Langkah Heri dapat menjadi inspirasi bagi siapapun yang mempunyai spirit dan keahlian untuk dibagikan pada lingkungan terdekatnya sebagai upaya memperluas motivasi pengembangan pendidikan melalui berbagai cara yang dapat mempersuasi masyarakat untuk ikut melakukan hal baik yang ditularkan.

Tak heran jika Heri Chandra memperoleh penghargaan Apresiasi SATU Indonesia Awards 2011 dan telah berkolaborasi dengan banyak pihak dalam aksinya termasuk bersama ASTRA.

Example 120x600