Blora – Duka mendalam juga dirasakan oleh Bupati Blora Arief Rohman bersama Forkompinda atas insiden kecelakaan kerja di RS PKU Muhammadiyah Blora pada Sabtu (8/2/2025) kemarin.
Atas kejadian itu, Bupati Blora Arief Rohman menyambangi para korban. Di antaranya lima korban yang masih di rawat di RS PKU Muhammadiyah.
Bupati menyambangi satu per satu korban di ruang perawatan. Bertemu pihak keluarga korban dengan didampingi pihak RS PKU Muhammadiyah, Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Blora Syarifudin dan jajaran Forkompinda.
Tak hanya itu, Bupati dan rombongan berlanjut takziah ke rumah empat korban meninggal. Yakni Sono warga Desa Ngampon RT 002/002 Kecamatan Jepon. Ahmad Zaenudin warga Dukuh Lubang Desa Puledagel RT 005/002 Kecamatan Jepon.
Kemudian Tri Wiji dari Desa Bacem RT 003/001 Kecamatan Jepon. Dan Djami dari Dukuh Tegalgiling RT 003/001 Desa Temurejo Kecamatan Blora.
“Kami menyampaikan bela sungkawa kepada korban yang meninggal. Kami kunjungi satu per satu,” jelasnya.
Menurutnya dari kunjungan itu diketahui lima korban yang masih dirawat di rumah sakit PKU Muhammadiyah menunggu untuk dioperasi.
“Senin kata pihak rumah sakit mereka akan di operasi. Kami doakan semoga lancar. Dan segera diberikan kesembuhan,” tuturnya.
Sementara hasil kunjungan dari keluarga korban yang telah meninggal, pihaknya meminta pihak Muhammadiyah untuk memetakan kondisi keluarga dan keinginan dari keluarga.
“Pemetaan yang punya anak berapa, gimana harapan mereka. Muhammadiyah sudah merencanakan nanti langkah ke depan gimana,” katanya.
Menurutnya akan dibentuk tim untuk berkoordinasi menindaklanjuti harapan-harapan dari keluarga tersebut.
Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Blora Syarifudin juga menyampaikan bela sungkawa. Selain itu pihaknya siap memberikan dukungan dan bantuan kepada keluarga korban.
Mulai dari biaya perawatan bagi yang masih dirawat. Kemudian biaya pendidikan bagi anak korban yang meninggal. Juga memfasilitasi untuk mencarikan pekerjaan bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Insyaallah kaitan keluarga, bagi keluarga yang masih punya anak tanggungan sekolah, kami akan bantu melalui beasiswa pendidikan,” paparnya.
Selain itu pihaknya juga membantu bagi pihak keluarga yang butuh untuk disalurkan ke pekerjaan. Karena sejumlah korban meninggal adalah tulang punggung keluarga.
“Dari keluarga ada yang minta untuk dicarikan kerja. Kami akan bantu,” terangnya.
Diberitakan sebelumnya 13 pekerja yang sedang bekerja membangun rumah sakit tersebut jadi korban. Lantaran lift yang dinaiki jatuh. Dari 13 orang, tiga di antaranya meninggal di lokasi. Kemudian bertambah satu korban meninggal. Sehingga kini jadi empat. Sementara 9 lainnya masih menjalani perawatan.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Blora, Tegar Mohammad Wijaya mengatakan hingga saat ini korban meninggal 4 orang. Kemudian 9 lainnya masih menjalani perawatan.
“Yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Blora ada 5, dan empat lainnya dirujuk ada yang di Blora dan di solo, ” katanya.
Tegar menejelaskan 4 korban lainnya dirawat di rumah sakit lain. Satu di RSUD dr Soetijono Blora. Dan tiga lainnya di rumah sakit di luar Blora yaitu di RS Solo. Mereka terpaksa dirawat di rumah sakit lain lantaran perlu perawatan lebih lanjut.
“Alasan dirujuk karena butuh perawatan lanjut. Ke rumah sakit yang levelnya lebih tinggi,” imbuhnya.
Menurutnya empat korban itu mengalami patah tulang parah. Sehingga membutuhkan dokter spesialis ortopedi.
“Perlu penanganan lengkap lebih sebab disini belum bisa,” pungkasnya.
Hingga saat ini pengerjaan pembangunan RS PKU Muhammadiyah untuk sementara waktu dihentikan, belum diketahui kapan akan kembali dilakukan pengerjaan kembali sebab pengurus Muhammadiyah Blora dan dari pihak RS PKU Muhammadiyah masih fokus untuk melakukan perawatan korban dan pendataan pada keluarga korban.












