HeadlinePemerintahan

Produksi Beras Tinggi, Blora Surplus 76 Persen Hasil Panen

×

Produksi Beras Tinggi, Blora Surplus 76 Persen Hasil Panen

Sebarkan artikel ini
Bupati Blora bersama forkimpimda saat panen padi serentak di 14 Provinsi.(Dok)

Blora- Tingginya hasil produksi panen padi di Kabupaten Blora yang angkanya diatas rata rata kebutuhan pangan setiap tahun. Menjadikan Kabupaten di ujung timur Jawa Tengah ini mengalami surplus beras. Bahkan angka surplusnya di atas 70 persen dari jumlah produksi beras. Sehingga banyak hasil panen yang dikirim keluar kota.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Ngaliman SP., MMA., Rabu siang (16/4/2025) di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

“Produksi padi di Blora angkanya mencapai 639 ribu ton, terbesar keenam di Jawa Tengah. Jika dikonversi menjadi beras, produksi menjadi 310 ribu ton. Sedangkan kebutuhan konsumsi masyarakat Blora setiap tahunnya hanya 73 ribu ton. Hanya sekitar 24 persen beras yang dikonsumsi warga Blora dari jumlah produksi. Sehingga Blora surplus beras sekitar 76 persen. Ini menjadi tanda bahwa Blora telah menyumbangkan berasnya untuk ketahanan pangan nasional,” ungkap Ngaliman.

Terkait penyerapan gabah pasca panen. Menurut Ngaliman, Bulog Blora juga menyerap gabah petani yang terbanyak kedua se eks Karesidenan Pati. Selebihnya diserap oleh pelaku usaha pertanian swasta.

“Tidak hanya beras saja, Blora juga menjadi lumbung jagung nasional. Produksinya mencapai 430 ribu ton , terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Grobogan. Ini potensi yang luar biasa. Semoga kedepannya petani Blora bisa lebih sejahtera dengan kepastian harga yang diberikan Pemerintah Pusat,” tambah Ngaliman.

Sementara itu, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., yang pekan lalu mengikuti panen raya padi serentak nasional dari Desa Jepangrejo, mengaku bersyukur atas capaian produksi pertanian di Kabupaten Blora.

“Blora bisa surplus beras hingga angka 76 persen menandakan bahwa Blora sudah swasembada beras. Produksinya bisa disalurkan untuk menyumbang ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Apalagi kemarin, lanjut Bupati, pada bulan Maret luas panen padi di Blora tembus peringkat 8 nasional. Tentunya ini menandakan semangat petani kita untuk menanam sangat baik.

“Kebijakan Pak Presiden yang mempermudah pupuk dan menambah bantuan alsintan terus dilakukan, diprioritaskan. Termasuk penetapan HPP Gabah 6500 sangat membantu petani kita. Optimis kedepannya Blora semakin kokoh menjadi lumbung pangan nasional. Tinggal mengambangkan inovasinya,” jelas Bupati Arief.

Pihaknya berharap MT kedua yang baru saja melewati musim tanam bisa menghasilkan panen bagus. Apalagi target tanam MT 2 yang ditetapkan Kementerian Pertanian untuk Blora seluas 20 ribu Ha bisa terlampaui mencapai 25.475 Ha.

Example 120x600