Blora – Peringatan Hari Kartini di Blora terus digelorakan untuk generasi saat ini. Di tengah moderisasi zaman saat jni, peringatan hari Kartini terasa spesial. Para siswa SDN 1 Kunden sangat antusias memperingati hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April.
Sekolah tersebut dikenal sebagai sekolah perempuan jaman penjajahan, yang sudah didirikan pada 1911 dan masih eksis hingga hari ini.
Dari pantauan lapangan, para siswa menggelar pawai. Mereka dengan mengenakan pakaian adat hingga kebaya berjalan beriringan. Untuk perempuan memakai kebaya. Sementara laki-laki memakai pakaian Samin yang merupakan pakaian adat Blora.
Para pelajar berkeliling dengan suka cita. Diiringi drum band. Hingga membawa poster-poster bergambar Kartini.
Bahkan mereka juga bergabung dengan para siswa sekolah lain yang juga melakukan aksi serupa. Di antaranya dari siswa SDN 2 Kunden.
Kepala Sekolah SDN 1 Kunden Yani menjelaskan jika sekolah tersebut dulunya sekolah wanita. Didirikan pada 1911.
“Saat itu guru perempuan. Siswa perempuan,” katanya, (21/4/2025).
Menurut Yani dalam perkembangannya pada 1983 berubah jadi sekola negeri. Guru-guru dan siswa pun mengalami perubahan.
“Akhirnya siswa dan gurunya ada laki-laki dan wanita. Baik guru maupun siswa akhirnya tak lagi hanya perempuan,” imbuhnya.
Dari latar belakang sejarah kuat itu, perayaan hari Kartini selalu dirayakan. Untuk tahun ini dilakukan dengan pawai dan beragam kegiatan lainnya.
“Peringatan hari Kartini ini kami ada beberapa acara. Kegiatan sifatnya memeriahkan di hari Kartini dan dari kami tadi ada kegiatan pawai,” imbuhnya.
Menurutnya kegiatan itu sekaligus jadi bentuk eksistensi untuk mengabarkan ke masyarakat bahwa ada tokoh perempuan bernama Kartini yang telah berjuang semasa jaman penjajahan. Khususnya memperjuangkan hak-hak perempuan.
“Selain pawai, kami ada fashion show. Lomba-lomba dan kegiatan pendidikan lain,” tambahnya.
Beragam kegiatan itu menurutnya sebagai bentuk penanaman kepada siswa. Atas nilai-nilai perjuangan emansipasi perempuan yang telah dilakukan Kartini.
“Kami ingin menanamkan nasionalisme, patriotisme, kemandirian kepada para siswa,” pungkasnya.












