Blora – Pemerintah Kabupaten Blora terus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya bersama dengan UPPD SAMSAT Blora mensosialisasikan Program Sengkuyung Prioritas, kepada seluruh kepala desa dan lurah di Kabupaten Blora, Rabu (23/4/2025) di Pendopo Kabupaten Blora.
Sosialisasi disampaikan oleh Kepala UPPD SAMSAT Blora Aris Wibowo, ST, MM. Ia mengungkap dalam kurun waktu kurang dari dua minggu, yakni sejak 8 hingga 21 April 2025 mengikuti program tersebut dan menghasilkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,5 miliar, dari Opsen.
Aris menyampaikan bahwa kebijakan opsen PKB menjadi salah satu terobosan penting dalam mempercepat perputaran keuangan daerah. Opsen ini secara langsung meningkatkan PAD karena hasilnya dapat langsung dinikmati oleh kabupaten/kota, tanpa harus menunggu pembagian dari provinsi
“Tujuannya adalah untuk percepatan penerimaan dan sinergi pemungutan pajak antara Provinsi dan Kabupaten/Kota. Melalui program ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan pendapatan daerah, memperbaiki infrastruktur, meningkatkan layanan publik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” papar Aris
Aris menambahkan, Opsen dapat berkontribusi untuk peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Blora.
“Saya mohon bantuan dari camat, kepala desa, dan kepala kelurahan untuk menyampaikan informasi ini kepada masyarakat,” tegasnya.
Sebagai bagian dari sinergi antara Pemprov Jateng dan kabupaten/kota, program “Sengkuyung Prioritas” diluncurkan sebagai upaya penagihan piutang PKB.
Tahap pertama menyasar tunggakan kendaraan di bulan Januari-Februari, yang dilaksanakan dengan melibatkan RT, RW, dan perangkat desa, serta diawasi langsung oleh Inspektorat.
“Jadi nanti sengkuyung ini akan tiga tahap Bapak-Ibu. Nanti untuk yang piutang Januari-Februari ini. Selanjutnya yang piutangnya tidak bayar di bulan Maret, kita akan target ini sampai 27 Mei 2025” rincinya
Bagi masyarakat yang masih belum membayar hingga tahap ketiga di bulan Juni-Juli, akan dilakukan penagihan door to door. Petugas akan menyampaikan Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD) yang berisi detail tunggakan dan estimasi pembayaran.
“Jadi jangan kaget kalau nanti ada petugas datang ke rumah. Ini bentuk tanggung jawab kita bersama untuk mendukung pembangunan daerah,” tutupnya.
Pihaknya juga mengapresiasi peran aktif kepala desa dan kelurahan yang telah mensosialisasikan program ini, termasuk melalui spanduk-spanduk.
“Jadi jangan sampai ada warga masyarakat yang tidak tahu tentang program pemutihan ini.” ujarnya.
*Sentuh RT dan RW*
Sementara itu, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, M.Si meminta agar program tersebut dapat disosialisasikan di seluruh wilayah desa-desa/kelurahan bahkan di tingkat RT dan RW.
“Dalam kesempatan ini kami juga mohon dukungannya, Pesan dari Pak Gubernur terkait dengan program Sengkuyung Prioritas 2025 Ini adalah langkah kita untuk bagaimana mendorong agar pendapatan asli daerah kita melalui sektor pajak kendaraan bermotor ini Bisa kita wujudkan bersama-sama,” jelas Bupati.
Bupati juga meminta segenap pihak untuk mendukung adanya program tersebut di wilayahnya masing-masing.
“Tentunya ini keterlibatan dari Bapak Ibu Camat dan juga Kapolsek, Danramil, Kepala Desa dan Kelurahan, kami minta untuk bantuannya agar program ini Disengkuyung bersama-sama, mulai dari tingkat desa, kelurahan sampai tingkat RT RW,” ungkap Bupati.
Lanjut Bupati, sehingga nanti hasil dari program ini bisa optimal dan ada penambahan dari sisi pendapatan bagi daerah.
Pasalnya, pendapatan daerah tersebut akan berguna untuk pembangunan yang ada di desa masing-masing. Termasuk dari potensi tunggakan pajak bumi dan bangunan, perdesaan dan perkotaan. Untuk bisa kita sinergikan bersama-sama.
“Sekali lagi kami minta Kepala Desa, Lurah untuk bisa bersama-sama RT/RW setempat Untuk bisa membantu mensosialisasikan program ini,” tambahnya.
“Semoga kedua program ini yaitu Koperasi Merah Putih dan juga Sengkuyung Prioritas ini bisa kita sukseskan bersama-sama. Yang muaranya adalah bisa memberikan manfaat untuk masyarakat. Saya kira demikian yang kami sampaikan,” pungkas Bupati.












