Blora – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora melaksanakan kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah dengan metode budidaya lalat Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam di SMA Negeri 2 Blora.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya edukasi dan pembinaan lingkungan hidup, khususnya dalam mendukung program Adiwiyata serta pengelolaan sampah berbasis sekolah.
Kepala SMA N 2 Blora, Drs. Slamet Joko Waluyo, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pendampingan yang diberikan oleh DLH Blora.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup atas bimbingannya kepada anak-anak kami. Ini juga merupakan hal luar biasa bagi kami karena DLH selalu mendukung kegiatan Adiwiyata maupun kegiatan-kegiatan lainnya. Mudah-mudahan kerja sama dengan DLH ini akan selalu terjalin dengan baik sehingga memberikan manfaat bagi SMA N 2 Blora, dan SMA N 2 Blora juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan ini bisa ditularkan ke masyarakat luas serta bisa menjadikan ilmu baru bagi siswa.
Mudah-mudahan dengan bekal yang nanti akan disampaikan oleh tim dari LH membuat anak-anak dapat menjadi promotor untuk mengajak masyarakat lebih berkembang,” terangnya.
Subkoordinator Pengelolaan Sampah DLH Blora, Lindung Arum Setyawan, ST, menyampaikan harapan agar SMA N 2 Blora menjadi pelopor dalam mengelola sampah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara mandiri.
“Nanti harapannya SMA N 2 Blora dapat menjadi yang pertama kali bisa mengolah sampah MBG-nya secara mandiri dengan menggunakan metode magot untuk mengolah sisa makanan,” ujarnya.
Dalam sosialisasi ini, tim DLH memperkenalkan magot BSF, yakni larva dari lalat Black Soldier Fly yang dikenal efektif dalam mengurai sampah organik, khususnya sisa makanan. Magot ini tidak menularkan penyakit, cepat berkembang biak, serta dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak bernilai ekonomi.
Peserta yang terdiri dari organisasasi Gardapala, Pramuka dan lainnya dari SMA N 2 Blora mendapatkan materi lengkap mulai dari siklus hidup magot, teknik budidaya, hingga pemanfaatannya sebagai pengurai sampah dan sumber pakan alternatif yang mendukung ekonomi kreatif.
Selain pemaparan teori, kegiatan juga diisi dengan praktik langsung, mulai dari perawatan koloni magot hingga teknik pemanenan yang sederhana dan dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun rumah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan SMA N 2 Blora dapat menjadi contoh sekolah yang mandiri dalam pengelolaan sampah, sekaligus turut berperan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.












