EkonomiHeadlineSeni dan Budaya

Bulan Suro Tiba, Jasa Jamasan Pusaka Mulai di Serbu

×

Bulan Suro Tiba, Jasa Jamasan Pusaka Mulai di Serbu

Sebarkan artikel ini
Mulyono penjamas keris saat menjamas salah satu keris milik warga.(Dok)

Blora – Memasuki Bulan Muharram atau Sura dalam kalender Jawa yang diyakini sebagai bulan yang penuh berkah bagi masyarakat, menjadi keberkahan penjamas pusaka di Blora, Jawa Tengah.

Salah satu Penjamas Pusaka Mulyono yang membuka jasa jamasan di eks stasiun Blora ,menjelaskan dalam menjamas pusaka diawali dengan menuangkan air kelapa ke wadah berbentuk cekung berbahan dasar kayu. Air itu nanti akan digunakan untuk merendam benda pusaka yang akan dimandikan. Setelah itu, air kedua yang dicampur jeruk nipis dia tuangkan ke wadah lainnya. Kedua wadah itu dia tempatkan berjejer.

“Dalam sehari, saya bisa menjamas 30 sampai 40 barang pusaka. Kebanyakan adalah keris dan tombak,” ujar Mulyono, seorang penjamas barang pusaka di Blora, Rabu (02/07/2025).

Dalam proses penjamasan, benda pusaka digosok dengan buah jeruk nipis untuk mengikis karat yang ada. Setelah digosok dengan jeruk nipis, pusaka kemudian dimasukkan ke dalam larutan arsenik warangan. Setelah beberapa saat, pusaka dikeringkan dengan bekatul.

“Setelah itu, pusaka dibersihkan, disapu dengan kuas khusus dan terakhir dioleskan minyak cendana,” tuturnya.

Sejak pertama kali membuka jasa praktik menjamas pusaka pada 2002 silam, Mbah Mulyono mengaku sudah menjaman ribuan benda pusaka. Jasa menjamas benda pusaka ini hanya dia buka saat tiba di bulan Suro.

“Untuk sekali penjamasan, biasanya kena tarif Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per benda pusaka,” ucapnya.

Tingginya animo warga telah membuat Mulyono kewalahan melayani permintaan yang terus berdatangan.

Penjamasan barang-barang pusaka memang telah menjadi tradisi rutin bagi masyarakat Jawa selama Bulan Sura. Mereka percaya bahwa ritual ini dapat membawa keselamatan dan keberuntungan.

Example 120x600