Blora – Dalam upaya mendukung Program Inovasi Daerah Kabupaten Blora sekaligus menyukseskan gerakan “Sedekah Pohon” yang telah resmi dilaunching, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora menggulirkan sejumlah inovasi strategis. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah program KUBISA (Kebun Bibit Sekolah Adiwiyata), sebuah inovasi berbasis lingkungan yang berfokus pada kemandirian penyediaan bibit tanaman di lingkungan sekolah.
Inovasi KUBISA pertama kali diinisiasi pada tahun 2024 dan mulai digencarkan implementasinya tahun ini. Program ini diarahkan sebagai solusi atas meningkatnya kebutuhan bibit tanaman yang terus bertambah seiring dengan bertumbuhnya jumlah sekolah Adiwiyata di Kabupaten Blora.
Berdasarkan data terbaru dari DLH Blora, hingga pertengahan tahun 2025 tercatat sebanyak 256 sekolah di Blora telah memperoleh predikat Sekolah Adiwiyata, dengan tren pengajuan baru yang terus meningkat setiap tahunnya. Fenomena ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran dan komitmen sekolah-sekolah terhadap isu pelestarian lingkungan hidup.
Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas dan Penanganan Pengaduan Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Blora, Muniri, SH, mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada dua sekolah yang menjadi pilot project dalam penerapan KUBISA, yaitu SMA Negeri 2 Blora dan SMA Negeri 1 Jepon. Kedua sekolah tersebut telah memulai pengembangan kebun bibit sejak November hingga Desember 2024 lalu.
“Melalui KUBISA, kami berharap sekolah-sekolah Adiwiyata dapat menjadi lebih mandiri dalam penyediaan bibit tanaman, tidak hanya untuk kebutuhan internal sekolah tetapi juga untuk masyarakat sekitar. Ini selaras dengan semangat gotong royong dalam program Sedekah Pohon,” ujar Muniri, Selasa (8/7/2025).
Lebih jauh, Muniri menyampaikan bahwa kehadiran KUBISA juga ditujukan untuk menjawab tantangan lingkungan global, seperti pemanasan global dan degradasi keanekaragaman hayati. Sekolah-sekolah Adiwiyata diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan studi keanekaragaman hayati serta penghasil bibit tanaman yang berkelanjutan.
“Kami optimis bahwa ke depan sekolah-sekolah Adiwiyata di Blora bukan hanya akan menjadi pelopor gerakan cinta lingkungan, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi dari hasil pembibitan yang mereka kelola secara mandiri,” tambahnya.
Program ini sekaligus mempertegas peran aktif sektor pendidikan dalam membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini, sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Blora.












