Blora – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Calon Sekolah Adiwiyata Tahun 2025 pada Selasa (08/7/2025) di ruang lantai II Kantor DLH Kabupaten Blora.
Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 46 sekolah, terdiri dari sekolah negeri dan madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.
Tingginya jumlah peserta, mencerminkan meningkatnya antusiasme sekolah-sekolah di Kabupaten Blora untuk berpartisipasi dalam program Sekolah Adiwiyata, sebuah inisiatif nasional dalam mendorong terwujudnya sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
Program ini bukan sekadar ajang penilaian, melainkan merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter siswa agar peduli lingkungan dan memiliki kesadaran sosial sejak dini.
Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas dan Penanganan Pengaduan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Blora, H. Muniri, SH, menyampaikan bahwa predikat Sekolah Adiwiyata kini menjadi keharusan bagi seluruh sekolah di Blora, sesuai arahan Bupati. Dalam diskusi bersama Kepala Kementerian Agama Kabupaten Blora, H. Roziqun, S.Ag., M.Pd.I, disampaikan bahwa DLH Blora dan Kementerian Agama memiliki semangat yang sama untuk mendorong madrasah-madrasah agar aktif mengikuti program Adiwiyata serta berupaya meningkatkan capaian dari tingkat kabupaten menuju tingkat provinsi hingga nasional.
Sementara itu, narasumber Anggun Yohana Purwa, SH menekankan bahwa tujuan utama dari program Adiwiyata adalah mengubah pola pikir dan perilaku siswa menjadi lebih peduli terhadap lingkungan hidup. Ia mengingatkan bahwa predikat Adiwiyata hanyalah bonus dari proses panjang pembelajaran lingkungan yang berkelanjutan.
“Yang lebih penting adalah bagaimana siswa bisa tumbuh menjadi pribadi yang mencintai alam, terbiasa hidup bersih, dan mampu menularkan nilai-nilai positif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Anggun menjelaskn manfaat menjadi Sekolah Adiwiyata tidak hanya dirasakan di lingkungan sekolah, tetapi juga berdampak luas bagi pembentukan karakter siswa.
“Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan kebersihan, konservasi, dan pelestarian lingkungan, siswa dilatih menjadi individu yang bertanggung jawab, memiliki kepekaan sosial, serta siap berperan dalam kehidupan bermasyarakat kelak,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaboratif antara DLH, sekolah, dan Kemenag, Kabupaten Blora optimis akan melahirkan lebih banyak Sekolah Adiwiyata yang tidak hanya unggul secara administratif, namun juga benar-benar menjalankan budaya peduli lingkungan secara konsisten dan berkelanjutan.












