EkonomiHeadlineMinyak dan Gas

Pemkab Blora Fasilitasi Pengelolaan Sumur Masyarakat

×

Pemkab Blora Fasilitasi Pengelolaan Sumur Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Bupati Blora bersama Wakil Bupati saat rapat terkait pembahasan terkait pengelolaan sumur minyak masyarakat . (Dok)

Blora – Pemerintah Kabupaten Blora terus memfasilitasi langkah konkret untuk membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Selasa (12/8/2025), di Ruang Pertemuan Setda Blora, digelar rapat pembahasan terkait pengelolaan sumur minyak masyarakat yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Blora.

Rapat ini merupakan tindak lanjut dari keluarnya Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi. Pemkab Blora membuka skema pengelolaan sumur masyarakat melalui tiga unsur pengelola, yakni Blora Patra Energi (BUMD), Koperasi Blora Migas Energi (Koperasi), dan CV Mataram Connection (UMKM).

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Blora, Pujarianto, melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan verifikasi awal titik-titik sumur yang akan diajukan ke Gubernur Jawa Tengah. Total terdapat 4.134 titik sumur di 37 desa dari 14 kecamatan yang masuk rekomendasi pengajuan untuk dapat dikelola oleh tiga unsur tersebut.

“Setelah diajukan, nantinya akan dibentuk tim gabungan dari Kementerian ESDM, SKK Migas, Pertamina, Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan aparat penegak hukum untuk verifikasi lapangan. Hasilnya akan dituangkan dalam berita acara sebagai dasar pemberian izin pengelolaan,” jelasnya.

Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, S.IP, M.Si, menegaskan bahwa inisiatif ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja luas bagi masyarakat.

“Kalau dari 4.000-an sumur yang kita ajukan, separuhnya disetujui, dan setiap sumur dikerjakan 10 orang, berarti akan ada ribuan tenaga kerja yang terserap. Ini tentu menjadi peluang besar bagi warga kita,” ungkap Bupati.

Terkait isu lingkungan, Bupati memastikan bahwa aspek kelestarian akan menjadi perhatian serius. “Tim gabungan nanti juga akan melibatkan unsur lingkungan hidup untuk menilai dampak pengelolaan sumur terhadap lingkungan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Arief mengajak seluruh unsur mulai dari Forkopimda, BUMD, Koperasi, UMKM, hingga pemerintah desa dan kecamatan untuk memperkuat koordinasi demi menjaga suasana tetap aman dan kondusif.

“Kami minta jajaran TNI/Polri, Danramil, Kapolsek, dan Kepala Desa mengawal proses ini. Semua pihak harus saling berkoordinasi, nanti kepala desa dengan pengelola dalam rangka untuk menjaga situasi tetap kondusif dan aman,” pesan Bupati.

Pemkab Blora berharap, dengan sinergi semua pihak, pengelolaan sumur masyarakat tidak hanya mendukung peningkatan produksi migas, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan, berpihak pada masyarakat, dan tetap menjaga harmoni sosial di daerah.

Example 120x600