SOLO – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak para investor dari berbagai negara untuk menanamkan modal di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Jawa Tengah. Ajakan itu disampaikan saat membuka acara Jateng Travel Fair, Tourism and Creative Economy Investor Gathering 2025 yang digelar di Solo Paragon Hotel, Kota Solo, Jumat (24/10/2025).
Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (24–26 Oktober 2025) ini dihadiri oleh perwakilan kedutaan besar dari berbagai negara sahabat, antara lain Pakistan, Arab Saudi, Jepang, dan China, serta puluhan pelaku industri pariwisata dan investor ekonomi kreatif.
Dalam sambutannya, Taj Yasin menegaskan bahwa Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025, terdapat lebih dari 100 juta perjalanan wisatawan nusantara ke berbagai destinasi di Jawa Tengah.
“Kami melihat potensi ini luar biasa. Apalagi sejak Bandara Ahmad Yani Semarang kembali berstatus internasional pada 8 September lalu, akses wisatawan mancanegara ke Jawa Tengah menjadi semakin mudah,” ujar Taj Yasin.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi tengah mendorong pembukaan sejumlah rute penerbangan langsung ke luar negeri. Dalam waktu dekat, rute Semarang–Singapura akan segera beroperasi. Selain itu, aktivitas wisatawan asing juga meningkat melalui Pelabuhan Tanjung Emas, dengan 16 kapal pesiar yang telah berlabuh sepanjang 2025, membawa sekitar 13.447 wisatawan mancanegara.
“Kami ingin acara ini menghasilkan banyak kesepakatan investasi yang bisa menggerakkan ekonomi, baik secara langsung di Jawa Tengah maupun secara tidak langsung melalui promosi budaya dan produk unggulan daerah di luar negeri,” imbuhnya.
Taj Yasin juga menyoroti kekayaan budaya Jawa Tengah, mulai dari wayang di Kabupaten Blora, panorama pegunungan di Salatiga, hingga event-event internasional di kawasan Semarang dan Magelang. Ia berharap potensi tersebut terus dikembangkan menjadi daya tarik wisata berkelanjutan.
1.600 Daya Tarik Wisata dan 886 Desa Wisata
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Muhamad Masrofi, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa sektor pariwisata Jawa Tengah menunjukkan pertumbuhan positif.
“Dengan kekayaan alam, budaya, sejarah, dan kuliner yang beragam, Jawa Tengah memiliki 1.607 daya tarik wisata, 886 desa wisata, 1.220 hotel, lebih dari 3.300 rumah makan, serta 893 biro perjalanan wisata,” jelasnya.
Masrofi menambahkan, hingga Agustus 2025, Jawa Tengah mencatat 43,1 juta wisatawan nusantara (62,71%) dan 441 ribu wisatawan mancanegara (74,45%) dari target tahunan. Tahun ini, pemerintah menargetkan 71 juta wisatawan nusantara dan 630 ribu wisatawan mancanegara.
Wadah Kolaborasi dan Promosi Global
Masrofi menegaskan, kegiatan Jateng Travel Fair dan Tourism & Creative Economy Investor Gathering 2025 berfungsi sebagai wadah promosi dan jejaring bisnis antara pemerintah, pelaku industri, investor, dan mitra internasional.
Forum ini juga menjadi ajang business matching antara kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan sembilan kedutaan besar negara sahabat, serta lebih dari 30 pelaku industri pariwisata, 30 industri ekonomi kreatif, dan 15 mitra sponsor, termasuk Garuda Indonesia, Bank Jateng, BRI, dan KAI.
“Melalui ajang ini, kami ingin memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai destinasi unggulan pariwisata nasional dan global,” ujar Masrofi.
Sementara itu, Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman yang hadir pada acara tersebut mengaku dengan senang dan tentunya hal ini bisa membawa dampak baik bagi Kabupaten Blora di bidang investor.
“acara ini tentu bisa menggerakkan ekonomi di jateng dan Blora, tentu dengan acara ini kita bisa meonjolkan potensi yang ada di Blora,” ucapnya.
Menurutnya salah satu potensi yang bisa ditonjolkan antara lain potense ekraf dan budaya yang ada di Blora yang tentunya tak kalah dengan daerah lain.
“potensi UMKM kita luar biasa sudah expor juga dan ini yang terus kami dorong agar banyak wisatawan datang ke blora yang tentunya di dukung dengan potensi seni budaya yang ada di Blora,” pungkasnya.












