HeadlineSeni dan BudayaSeputar Desa

Ribuan Penari Meriahkan Tayub Massal di Blora Culture Festival #2, Angkat Budaya Lokal di Goa Terawang

×

Ribuan Penari Meriahkan Tayub Massal di Blora Culture Festival #2, Angkat Budaya Lokal di Goa Terawang

Sebarkan artikel ini
Ribuan penari saat mengikuti tari tayub massal di Goa terawang.(dok)

Blora – Pesona alam Goa Terawang Ecopark, Todanan, Kabupaten Blora, menjadi saksi kemeriahan akbar melalui gelaran Blora Culture Festival (BCF) #2 yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora.

Sejak pagi dilokasi goa terawang juga diselengarakan sejumlah kegiatan seperti lomba tari kreasi, hingga penampilan kesenian untuk memeriahkan acara Blora culture festival #2.

Acara puncak BCF #2 kali ini berfokus pada pergelaran Tayub Massal yang berhasil menarik partisipasi luar biasa, mencapai target sekitar 1.000 penari dari berbagai elemen masyarakat.

Kepala Dinporabudpar Kabupaten Blora, Iwan Setiayarso, menyampaikan bahwa gelaran Tayub Massal ini diikuti oleh perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI, Polri, organisasi wanita, hingga pelajar dari tingkat SMP dan SMA, serta Komunitas seni dan budaya Blora.

“Target kami sekitar 1.000 penari, dan antusiasme yang hadir sangat luar biasa dengan yang ikut tadi kurang lebih 1.300 penari. Kegiatan ini merupakan wujud nyata upaya pelestarian tradisi lokal agar terus lestari dan berkembang,” ujar Iwan, sabtu (8/11/2025).

Ribuan penari tersebut tampil serempak membawakan dua gending utama khas Blora. Mereka sangat antusias mengikutinya dengan Keindahan sinkronisasi gerakan para penari dengan latar belakang alam Goa Terawang yang eksotis menciptakan pemandangan budaya yang memukau.

BCF #2 tidak hanya menjadi ruang apresiasi bagi para pelaku seni, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk promosi potensi daerah.

“Melalui event berskala besar seperti ini, kami ingin mengangkat nama Blora, khususnya dengan Tarian Tayub Blora, di tingkat regional maupun nasional. Sekaligus, ini adalah upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Goa Terawang dan membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat sekitar,” tambah Iwan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Blora, Agus Puji Mulyono, yang mewakili Bupati Blora saat membacakan sambutan mengatakan tahun ini, festival budaya kita mengusung semangat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Blora, komunitas, penyelenggara event, dan unsur pentahelix (akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan pemerintah) dalam upaya memberikan ruang ekspresi dan kreasi bagi masyarakat, sekaligus menjadi ajang promosi potensi daerah yang kita cintai ini.

“Blora adalah daerah yang kaya, kaya akan budaya, sejarah, hutan jati, sumber minyak, dan juga kaya akan kreativitas masyarakatnya. Melalui festival ini, kita ingin menunjukkan bahwa keanekaragaman budaya Blora adalah kekuatan dan kebanggaan bersama,” ucapnya.

Menurutnya, kita juga patut berbangga, karena Goa Terawang Eco Park, baru saja meraih prestasi sebagai pemenang Wonderful Theme Park Impact Award 2025 pada ajang the 1st Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2025 yang diselenggarakan di Bali pada Oktober lalu.

“Capaian ini tentu menjadi bukti nyata bahwa dengan pengelolaan yang baik, promosi yang tepat, dan dukungan masyarakat, potensi wisata Blora bisa terus bersinar, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” terangnya.

Agus berharap, melalui konsistensi dan inovasi penyelenggaraan Blora Culture Festival, even ini kelak dapat masuk dalam jajaran Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Dengan demikian, Blora akan semakin dikenal luas sebagai Kota Budaya, Kota Jati, dan Kota yang penuh energi kreatif.

“Saya ingin mengajak kita semua, unsur pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat Blora, untuk terus bergandengan tangan menjaga dan melestarikan warisan budaya ini. Mari kita jadikan festival ini bukan sekadar acara tahunan, tetapi gerakan kebudayaan yang menumbuhkan kebanggaan, mempererat persaudaraan, dan memperkuat identitas Blora di mata dunia,” pungkasnya.

Ketua Dekranasda Blora, Ainia Shalichah, memberikan apresiasi atas terselenggaranya event yang sudah dua tahun ini terselengga.

“Semoga event ini bisa terus menerus digelar sehingga nantinya bisa menjadi event yang mendapatkan apresiasi dari kementerian pariwisata,” harapnya.

Dengan banyaknya event-event budaya yang digelarkan blora bersinergi dengan banyak pihak ini akan mengangkat perekonomian masyarakat blora dan memberikan manfaat yang besar untuk kita semua.

Untuk diketahui Tayub Massal yang sukses digelar ini merupakan kali kedua setelah suksesnya gelaran perdana BCF di Lapangan Kridosono. Pemilihan Goa Terawang Ecopark sebagai lokasi menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam memadukan kekayaan budaya dengan keindahan destinasi wisata alam.

Tayub Massal BCF #2 sukses membuktikan bahwa warisan budaya lokal Blora, seperti Tari Tayub, memiliki tempat yang kuat di hati masyarakat dan berpotensi besar menjadi daya tarik wisata unggulan daerah.

Pada BCF #2 ini juga terdapat sejumlah rangkaian kegiatan seperti lomba tari kreasi tingkat SD dan SMP, reels challenge, penampilan musik etnik SvaraNusa, Tari Nara Kera, hingga 1000 penari tayub massal dan barongan, semuanya adalah cerminan dari kekayaan budaya dan semangat gotong royong masyarakat Blora.

Example 120x600