Blora – Palang Merah Remaja (PMR) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) SMA N 2 Blora kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan kesehatan dasar melalui program inisiatif “Go To School”. Kali ini, kegiatan tersebut menyasar siswa-siswi di SDN 3 Tempurejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Senin,(17/11/2025).
Program ini menjadi jembatan penting yang menghubungkan semangat berbagi ilmu dari para remaja SMA dengan antusiasme adik-adik SD di usia pembentukan karakter dan kebiasaan hidup sehat. pada kegiatan ini,rombongan PMR dan PIK-R hadir membawa materi praktik, perlengkapan edukasi, serta harapan besar untuk menanamkan pemahaman kesehatan sejak dini.
salah satu anggota PMR, Rayya mengatakan anggota PMR memfokuskan edukasi kepada siswa kelas 4, 5, dan 6 dengan materi inti Pertolongan Pertama bagi Pemula. Materi yang disampaikan meliputi teknik dasar membalut luka dengan benar, membersihkan luka ringan, hingga uji kecakapan dasar PMR.
“Materi ini sangat penting dikenalkan sejak dini. Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi langsung mengajak mereka mempraktikkan teknik membalut pergelangan tangan, lengan, maupun bagian tubuh lain,” ujar salah satu anggota PMR, Rayya.
Antusiasme siswa terlihat jelas dari banyaknya anak anak berebut maju untuk mencoba mempraktikkan teknik tersebut. PMR mendampingi dengan telaten, menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan penuh interaksi. Sebagai bentuk apresiasi, PMR memberikan hadiah berupa slayer kepada siswa yang menunjukkan kemampuan terbaik.
Sementara itu, Kelompok PIK-R mengambil peran vital dalam mendidik siswa kelas 1, 2, dan 3. Mereka menggunakan pendekatan yang sederhana dan interaktif untuk memperkenalkan konsep gizi modern, yaitu “Isi Piringku”.
Materi ini menggantikan konsep lama 4 Sehat 5 Sempurna. Dalam konsep “Isi Piringku”, siswa diajarkan komposisi ideal makanan harian, termasuk porsi sayur, buah, lauk sumber protein, serta karbohidrat yang seimbang, sekaligus menekankan pentingnya minum air putih yang cukup.
Anggota PIK-R menggunakan alat bantu visual seperti gambar dan contoh makanan sehari-hari, bahkan permainan tebak gambar. Pendekatan ini membuat siswa usia muda mampu menyerap informasi tanpa merasa terbebani.
Rayya menegaskan komitmen mereka, dengan adanya MoU antara PMR & PIK-R dengan pihak SDN 3 Tempurejo. MoU ini merupakan landasan formal pembentukan kemitraan resmi.
“kami berkomitmen untuk hadir bukan hanya sekali, tetapi secara berkelanjutan. Kami ingin menjadi kakak pendamping yang selalu siap membantu adik-adik belajar tentang kesehatan dan P3K,” jelasnya.
ta hanya itu,pihak sekolah menyambut baik adanya kerja sama ini. Dengan dokumen kemitraan, kedua belah pihak berharap kegiatan pembinaan kesehatan ini dapat berlanjut secara konsisten pada tahun-tahun berikutnya, memastikan manfaatnya dirasakan oleh lebih banyak siswa.
“Kami sangat senang bisa berbagi ilmu dengan adik-adik di SDN 3 Tempurejo. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa menjadi awal kerja sama jangka panjang dan memberikan manfaat nyata bagi mereka. Sebagai remaja, kami ingin menunjukkan bahwa kami bisa berkontribusi untuk lingkungan sekitar,” tutup Rayya.
Kolaborasi aktif antara PMR dan PIK-R membuktikan bahwa edukasi kesehatan dapat dilakukan secara non-formal, menyenangkan, dan akrab. Program “Go To School” ini menegaskan peran besar organisasi remaja dalam membentuk generasi muda yang sadar kesehatan, tanggap pertolongan pertama, dan cerdas dalam memilih pola hidup sehat.












