Blora – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut perempuan dan anak rentan terpapar paham radikalisme.
Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Eddy Hartono, hal itu berdasarkan hasil dari penelitian dan kajian yang telah dilakukan.
“Kalau hasil dari penelitian dan kajian itu yang rentan dalam terpapar (paham radikalisme) perempuan dan anak,” ucapnya saat penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Bupati dan BNPT, serta penandatanganan kerjasama penanggulangan terorisme dan radikalisme dengan 8 pimpinan Perguruan Tinggi se Kabupaten Blora, di Ruang Pertemuan Setda.
Ia lantas mengungkapkan bahwa berdasarkan penelitian yang dilakukan, generasi yang paling rentan terpapar radikalisme dan mengarah ke terorisme adalah perempuan dan anak-anak, termasuk pemuda di dalamnya. Sehingga pencegahan di dalam institusi sekolah dan perguruan tinggi sangat diperlukan.
“Itu yang sedang kami lakukan upaya mitigasi sehingga kami membuat tim koordinasi nasional untuk melakukan pencegahan terutama terhadap yang rentan ini perempuan dan anak di seluruh Indonesia, baik di tingkat sekolah, rumah tangga maupun di lingkungan,” jelasnya, saat melakukan kunjungan di Blora, Kamis (20/11/2025).
Lebih lanjut, Eddy menyampaikan alasan perempuan dan anak rentan terpapar paham radikalisme karena dari psikologis mudah terpengaruh.
“Rentan, karena secara aspek psikologis kan emosi, perilaku, kemudian kognitifnya atau pola pikirnya ini kan perempuan dan anak-anak ini rentan, gampang dipengaruhi gitu,” terangnya.
Selain itu, pihaknya juga telah mempelajari pola perekrutan yang dilakukan oleh jaringan terorisme yang kerap menyasar ke perempuan dan anak.
“Kami kan sudah mempelajari bagaimana kelompok jaringan terorisme ini untuk melakukan rekrutmen, melakukan kaderisasi terhadap jaringan dan pemahamannya,” tuturnya
“Sehingga dianggap untuk kaderisasi ke depan ini perempuan dan anak, cocok untuk melakukan pengembangan paham radikalisme itu. Makanya kita cegah dengan upaya kegiatan ini, dari Blora ini supaya penyebaran itu dapat kita mitigasi,” paparnya.












