HeadlinePemerintahanSeni dan Budaya

Jelang Hari Jadi Ke-276 Blora, Bupati Arief Pimpin Ziarah Makam Para Leluhur

×

Jelang Hari Jadi Ke-276 Blora, Bupati Arief Pimpin Ziarah Makam Para Leluhur

Sebarkan artikel ini
Bupati bersama forkopimda saat melakukan Ziarah Makam Para Leluhur.(Dok)

BLORA – Menyambut peringatan Hari Jadi ke-276 Blora yang jatuh pada 11 Desember, jajaran Pemerintah Kabupaten Blora melaksanakan ziarah ke makam para leluhur dan bupati terdahulu.

Rombongan yang dipimpin Bupati Arief Rohman ziarah dilaksanakan pukul 08.00 WIB di Komplek Makam Tirtonatan Desa Ngadipurwo, Kecamatan Blora. Dimana pada pemakaman ini terdapat peristirahatan terakhir delapan Bupati Blora tempo dulu Kamis (4/12/2025).

Selain Makam Tirtonatan, ziarah dilanjutkan ke komplek Makam Sunan Pojok yang ada di selatan Alun-alun Blora. Disini dimakamkan tokoh penyebar agama Blora, Simbah Sunan Pojok bersama anaknya yang pernah menjabat sebagai Bupati Blora semasa Kerajaan Mataram Islam.

Dari makam Sunan Pojok, rombongan beralih ke Kecamatan Cepu. Melakukan ziarah ke makam Ir. H. Basuki Widodo yang tidak lain Bupati Blora pada tahun 1999-2007. Almarhum merupakan kakak kandung Bupati Djoko Nugroho.

Di lokasi makam, Bupati bersama Sekda, Kepala OPD, Camat, dan Lurah melakukan pembacaan tahlil dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan.

Ada beberapa mantan Bupati Blora yang dimakamkan di Tirtonatan. Antara lain, Tumenggung Djajeng Tirtanata (1762-1782), Raden Tumenggung Prawirajoeda (1812-1823), RT Tirtakoesoema (1782-1812), RT Tirtanegara (1823-1842) dan (1843-1847).

Selain itu, ada makam RT A Tjakranegara I (1842-1843), RT Natawidjaja (1847-1857), RT A Tjakranegara II (1857-1886), RMT Tjakranegara III (1886-1912), hingga RM Said Abdoelkadir Djaelani (1912-1926) seorang bupati dari kalangan santri.

Setelah dari Tirtonatan, ziarah berlanjut ke TPU Giri Mulyo Cepu. Di tempat ini, dimakamkan Bupati Blora 1999-2007,  Basuki Widodo dan terakhir ziarah ke Makam leluhur, Mbah Janjang Jiken (Jati Kusumo-Jati Sworo).

Bupati Arief Rohman menyampaikan bahwa ziarah ini bertujuan untuk kembali mengingatkan generasi penerus bahwa keberlangsungan Kabupaten Blora tidak terlepas dari jasa para pendahulu.

“Sekaligus mendoakan agar arwah para leluhur, Bupati Blora yang telah wafat diberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Bupati.

Sunan Pojok sendiri dikenal sebagai panglima perang Mataram Islam di era Sultan Agung Hanyokrokusumo, sekaligus ulama pendiri Masjid Agung Baitunnur Blora.

Selain di Blora, Bupati Arief Rohman juga menjelaskan bahwa ziarah telah dilakukan ke makam leluhur di luar wilayah Blora.

“Beberapa hari lalu telah dilaksanakan ziarah ke Semarang, Temanggung, Yogyakarta, dan Solo. Di Tuban, kami berziarah ke makam Tumenggung Wilotikto, Bupati Blora Pertama,” tutupnya.

Example 120x600