Blora – Tragedi Delapan santriwati Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Qur’an Al Maa’uun Blora tenggelam di Sungai Lusi, Kedungjenar, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Kamis (11/12/2025) pagi membuat prihatin Pemkab Blora.
Bupati Dr. Arief Rohman bersama Wakil Bupati Sri Setyo rini bersama kapolres AKBP Wawan Andi S. Terjun langsung ke bantaran sungai lusi untuk memastikan pencarian korban tenggelamnya delapan santri ini.
petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Blora, Kepolisian, TNI dan relawan dari masyarakat membagi tugas. Di beberapa titik. Petugas menyisir sungai hingga terjun ke tengah berenang, menyusuri sungai Lusi tersebut.
“Saya bersama bu wakil, pak kapolres, hari ini di sungai lusi kita ikut prihatin atas kejadian 5 dari 8 Santriwati yang tenggelam, yang saat ini sedang dalam proses pencarian semoga bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” ucap Bupati di lokasi.
Dari kejadian ini, Bupati menghimbau kepada masyarakat Blora untuk mengawasi putra putrinya tidak main diarus sungai.
karena sedang musim hujan, saat ini kondisinya deras, jadi tolong bisa diawasi anak anaknya,” pesannya.
Sementara itu Kapolres Blora AKBP Wawan Andi S kami menghimbau pada warga yang berada di bantaran sungai untuk tidak bermain main baik disungai lusi maupun bengawan solo.
“Untuk menghindari agar tidak bermain di pinggiran sungai,mengingat saat ini musim hujan,” jelas Kapolres.
Pihaknya juga Kami juga terimaksih kolaborasi BPBD blora, Kepolisian, TNI dan relawan masyarakat yang saat ini sedang masih berlangsung pencarian pada 5 korban yang belum ditemukan dan mohon doa agar bisa segera ditemukan dengan selamat.












