Blora- Pemerintah Kabupaten Blora memperkuat komitmennya sebagai daerah terinovatif di Indonesia dengan menggelar Rapat Evaluasi Inovasi Daerah, Selasa (23/12/2025) di Ruang Pertemuan Setda Blora. Dalam forum tersebut, Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini menegaskan agar kedepannya seluruh jajaran mengubah pola pikir dengan tidak lagi memposisikan inovasi sebagai kegiatan tambahan, melainkan sebagai bagian dari budaya kerja.
“Inovasi tidak boleh lagi diposisikan sebagai kegiatan tambahan. Ia harus menjadi bagian dari cara berpikir dan cara bekerja setiap perangkat daerah. Kami tidak menuntut inovasi yang besar dan spektakuler. Kami mengharapkan inovasi yang matang, dijalankan dengan serius, dan memberi dampak nyata,” terang Wakil Bupati dihadapan seluruh Kepala OPD, Camat, dan Kepala Puskesmas se Kab.Blora.
Selain itu, ditegaskan bahwa inovasi harus tumbuh merata di seluruh urusan pemerintahan, sesuai dengan karakter dan tantangan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Pihaknya juga menjelaskan bahwa capaian gemilang Blora dalam ajang Innovative Government Award (IGA) ini merupakan hasil kerja kolektif yang harus dijaga keberlanjutannya.
“Keberhasilan Blora menjadi Kabupaten Terinovatif selama tiga tahun berturut-turut, sekaligus masuk Top 10 Indeks Inovasi Daerah Nasional, bukanlah hasil kerja satu atau dua instansi. Ini adalah buah dari kerja bersama dan kemauan untuk terus memperbaiki diri,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah menghidupkan ekosistem inovasi di Blora.
Wakil Bupati menekankan bahwa inovasi bukan sekadar mengejar angka dan peringkat, melainkan upaya berkelanjutan untuk memperbaiki cara kerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat dari waktu ke waktu.
“Inovasi adalah cara kita bekerja, menjawab persoalan dan memastikan pelayanan publik semakin baik. Dengan cara pandang ini, inovasi seharusnya tidak berdiri sendiri, tetapi melekat pada kinerja setiap perangkat daerah,” kata Wabup.
Ia juga memuji kontribusi jajaran Puskesmas yang tercatat sebagai penyumbang terbesar dalam peningkatan indeks inovasi tahun ini.
“Secara khusus, saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Puskesmas, yang berdasarkan data memberikan kontribusi paling besar dalam peningkatan Indeks Inovasi Daerah. Ini menunjukkan bahwa ketika inovasi dijalankan dengan sungguh-sungguh, dampaknya bisa nyata dan terukur” ungkapnya.
Jangan Terlena
Namun, Sri Setyorini memberikan catatan tegas agar prestasi tersebut tidak membuat jajaran perangkat daerah terlena.
“Saya ingin mengingatkan diri saya sendiri dan panjenengan semua, prestasi ini bukan garis akhir. Kompetisi inovasi di tingkat nasional sangat dinamis,” pintanya.
Menurutnya, banyak daerah yang pernah berada di peringkat atas, tetapi kemudian turun karena berhenti meningkatkan kualitas dan kematangan inovasinya.
“Saya tidak ingin Blora mengalami hal yang sama,” tegasnya di hadapan para kepala perangkat daerah, camat, dan kepala puskesmas.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa meski indeks inovasi Blora meningkat konsisten dalam lima tahun terakhir, distribusi inovasi di seluruh urusan pemerintahan masih perlu didorong agar semakin merata sehingga peluang OPD untuk berperan lebih aktif dan lebih berdampak masih terbuka lebar.
Ia meminta setiap OPD untuk melakukan evaluasi mandiri terkait keberadaan dan dampak dari setiap inovasi yang diciptakan. Tantangan utama saat ini menurutnya bukan lagi sekadar menambah kuantitas atau jumlah inovasi, melainkan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara luas.
“Indeks inovasi naik, semangat inovasi tidak boleh turun! Apa yang telah kita capai hari ini adalah hasil kerja bersama yang harus kita jaga dengan tanggung jawab yang lebih besar. Terus berinovasi yang berdampak!” pungkasnya.












