Blora – Forum Karang Taruna Se Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, kembali menggelar Ngawen Tradisional Festival selama tiga hari, 29-31 Desember 2025, di halaman Kantor Kecamatan Ngawen.
Acara yang Ngawen Tradisional Festival ini merupakan Tahun ke 2 dengan tujuan melestarikan budaya lokal sekaligus mengenalkan nilai-nilai tradisional kepada generasi muda.
Ketua panitia, Muhamad Adib Muttaqin, atau yang akrab disapa Cuplis, menyatakan festival ini merupakan wujud komitmen melestarikan tradisi leluhur.
“Kami ingin generasi muda tetap mengenal dan mencintai tradisi. Festival ini menghadirkan permainan tradisional, makanan khas, dan berbagai aktivitas yang merepresentasikan kekayaan budaya kita,” ujarnya, selasa malam (30/12/2025).
Cuplis mengatakan pada NTF ini menyuguhkan sejumlah Permainan tradisional seperti egrang, gobak sodor, dan lompat tali menjadi daya tarik utama, didukung jajanan khas seperti gethuk, klepon, dan kue lupis.
Tak hanya itu, Cuplis juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak sehingga acara ini bisa terlaksana di tahun ke 2 ini.
“Semoga tahun depan festival ini bisa lebih besar dan meriah dan bisa menjadi event tahunan di Ngawen,” harapnya.
Acara Ngawen tradisional Festival ini juga menarik antusiasme warga untuk datang dan menyaksikan. Bahkan mereka datang tidak hanya dari kalangan tua, muda dan anak anak. Hal ini terlihat dari banyaknya pengunjung, termasuk dari luar Kecamatan Ngawen.
“Acara ini sangat positif. Anak-anak jadi tahu permainan tradisional yang jarang terlihat sekarang,” ungkap Slamet, pengunjung asal Berbak.
Hal sama juga diucapkan pengunjung dari Blora, Budiyanto yang memberikan apresiasi tinggi dengan diselenggarakannya acara tersebut.
“Inisiatif Forum Karang Taruna se- Kecamatan Ngawen patut diacungi jempol. Semoga acara ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya,” ujarnya.
Ia juga berharap festival ini dapat menjadi agenda tahunan dan ikon wisata baru Kabupaten Blora.
Untuk diketahui, Ngawen Tradisional Festival menjadi momentum penting untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat identitas masyarakat di tengah arus modernisasi. Acara ini juga mengenalkan kepada generasi saat ini ditengah gempuran teknologi yang terjadi.












