HeadlinePemerintahanPendidikan

ak Dapat Murid, Sekolah Direncanakan Diregrouping

×

ak Dapat Murid, Sekolah Direncanakan Diregrouping

Sebarkan artikel ini
Salah satu Murid saat jam istirahat.(dok)

Blora – Tak dapat murid tahun pelajaran 2025/2026 SDN 1 Patalan rencananya akan dilakukan regrouping dengan SDN 2 Patalan. Menyikapi hal itu, para guru dan orang tua siswa di sekolah tersebut legowo dan menerima.

Kepala SDN 1 Patalan Dhian Mayasari menjelaskan pihaknya akan mengikuti kebijakan Dinas Pendidikan. Dinas Pendidikan telah melakukan visitasi ke sekolah tersebut.

“Rencananya dari Dinas, kami diregrouping dengan SDN Patalan 2,” jelasnya, senin (19/1/2026).

menurutnya, alasan sekolah tersebut diregrouping lantaran pada tahun ajaran 2025-2026 lalu tak mendapatkan murid kelas I. Tak hanya itu, jumlah keseluruhan murid hanya 30.

“Rasio guru dan murid gak normal perbandingannya 1:3. Jumlah guru ASN 10. Tahun ajaran ini gak dapat murid,” ucapnya.

Dhian menjelaskan rencana regoruping juga sudah disampaikan ke orang tua siswa. Saat visitasi beberapa waktu lalu dari Dinas Pendidikan, orang tua diundang.

“Waktu rapat dinas sudah disampaikan. Gak ada kendala, orang tua siswa menerima,” tambahnya.

Sementara dari para guru juga akan mengikuti kebijakan Dinas Pendidikan. Ada potensi skema para guru di sekolah tersebut dipindah ke sekolah yang membutuhkan.

“Kami menunggu informasi lebih lanjut. Dinas yang akan mengatur, menentukan guru-guru nanti dipindah ke mana,” jelasnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Nuril Huda, mengatakan, pihaknya telah turun lapangan melakukan visitasi dan evaluasi kepada puluhan sekolah negeri yang tersebar dibeberapa wilayah di Kabupaten Blora yang berpotensi diregrouping.

“Di SD petalan 1  jumlahnya ada sekira 30 SDN,” ujarnya.

Selain SD tersebut, beberapa sekolah yang di regrouping di antaranya sekolah di wilayah Kecamatan Kota. Seperti SDN 2 Tegalgunung, SDN 2 Kamolan, SDN 1 Patalan. Kemudian ada juga sekolah-sekolah seperti di Kecamatan Randublatung, Kunduran, Sambong, Jepon, Jiken, Todanan, Banjarejo, Jati, Cepu, hingga Ngawen.

“Perlu digarisbawahi ya, ini masih wacana, belum final, masih dikaji dan dirapatkan terlebih dahulu. Sehingga kemungkinan yang lain masih bisa terjadi, artinya tidak jadi diregrouping,” tambahnya.

Example 120x600