Blora– Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat mendapat dukungan nyata dari sektor swasta. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora, Istadi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pemberian bantuan sarana kebersihan yang dilakukan oleh Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).
Pihak DLH menilai langkah ini sangat sejalan dengan program pemerintah kabupaten dalam mewujudkan tatanan lingkungan yang sehat. Menurut Istadi, bantuan ini memiliki nilai lebih dari sekadar pemberian fasilitas fisik.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Dapur SPPG ini. Pemberian tempat sampah bukan sekadar bantuan fisik, tapi merupakan instrumen edukasi karakter bagi anak-anak agar cinta lingkungan sejak dini,” ungkap Istadi, minggu (1/2/2026).
Ia menambahkan bahwa peran aktif pihak swasta seperti ini sangat membantu pemerintah daerah, terutama dalam mengampanyekan pentingnya pemilahan sampah kepada para siswa di sekolah.
Khusnul Khotimah, mitra SPPG Grand Shapire Pilang 001, menjelaskan bahwa sejak beroperasi pada September 2025, pihaknya telah menyalurkan CSR sebanyak dua kali.
“CSR pertama berupa wastafel, dan yang kedua saat ini berupa 24 unit tempat sampah. Kami ingin menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan sebelum makan dan membuang sampah pada tempatnya,” jelas Khusnul.
Artika Dianita, selaku Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Blora, mendorong agar dapur-dapur SPPG lainnya turut melakukan hal serupa.
Ia menilai, sebagian hasil dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima mitra dapat dibagikan kembali kepada lingkungan sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.
“Kami berharap dapur SPPG di Blora bisa ikut berbagi kepada masyarakat sekitar, sehingga keberadaan SPPG benar-benar dirasakan manfaatnya,” kata Artika.












