Blora – Dalam upaya memperkuat komitmen terhadap kelestarian alam sejak dini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora melaksanakan kunjungan monitoring ke SMPN 1 Todanan pada Selasa, 20 Januari 2026. Kunjungan ini difokuskan pada pemantauan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) sebagai bagian dari program Sekolah Adiwiyata.
Hadir dalam kegiatan tersebut,Muniri Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas dan Penanganan Pengaduan Lingkungan Hidup beserta jajaran staf DLH Blora. Kehadiran tim ini bertujuan untuk meninjau secara langsung sejauh mana implementasi budaya lingkungan yang telah diterapkan oleh warga sekolah.
Muniri Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas dan Penanganan Pengaduan Lingkungan Hidup (PKPPLH )Blora Kegiatan monitoring mencakup tiga agenda utama yang menjadi pilar keberhasilan program Adiwiyata di SMPN 1 Todanan.
Pihak DLH Kabupaten Blora berharap agar monitoring ini tidak sekadar menjadi rutinitas administratif, melainkan pemacu semangat bagi seluruh civitas akademika SMPN 1 Todanan.
“Diharapkan SMPN 1 Todanan dapat terus meningkatkan intensitas Gerakan Budaya Peduli Lingkungan Hidup di Sekolah. Tujuannya jelas: mencetak generasi muda yang memiliki karakter peduli lingkungan demi menjaga Bumi tetap lestari,” ujar Muniri DLH Blora di sela-sela kunjungan.
Dengan adanya pendampingan ini, SMPN 1 Todanan optimis dapat terus bertransformasi menjadi sekolah yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam pelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Blora.
“Tim DLH meninjau langsung area penghijauan sekolah. Penanaman bibit pohon dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan ruang terbuka hijau dan menciptakan ekosistem sekolah yang lebih sejuk dan asri,” imbuhnya
Selain monitoring, kami juga memberikan edukasi Budaya memilah sampah sejak dari sumbernya menjadi sorotan. Siswa diajarkan untuk memisahkan sampah plastik agar dapat diolah kembali (daur ulang) dan tidak mencemari lingkungan.
“ Seiring dengan program nasional, SMPN 1 Todanan juga mendapat arahan khusus mengenai penanganan sampah sisa makanan maupun kemasan dari program Makan Bergizi Gratis agar tetap terkelola dengan higienis dan ramah lingkungan,” pungkasnya.












