Blora- Orientasi Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Gelombang 1 Angkatan 1 di lingkungan Pemkab Blora tampil beda pada Kamis (5/2/2026).
Di sela-sela pembekalan materi yang dilakukan di ruang pertemuan BKPSDM Blora, para peserta menunjukkan aksi nyata mendukung program ketahanan pangan dengan membawa berbagai bibit tanaman, mulai dari cabai hingga aneka sayuran lainnya.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen para ASN baru untuk berkontribusi langsung pada kestabilan pangan di tingkat rumah tangga maupun lingkungan sekitar melalui program “Gemar Si Pangan” (Gerakan Pemanfaatan Pekarangan untuk Cegah Inflasi dan Dukung Ketahanan Pangan).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi, yang hadir sebagai narasumber dalam kesempatan tersebut, mengaku terkesan dengan inisiatif para peserta. Menurutnya, orientasi kali ini membawa warna baru yang lebih aplikatif.
“Ini berbeda dari sebelumnya. Inovasi seperti inilah yang kami harapkan dari para ASN kita. Tidak hanya fokus pada tugas administratif, tapi juga peka dan berkontribusi pada isu strategis seperti ketahanan pangan,” ujar Komang Gede Irawadi di hadapan para peserta.
Pada Kesmepatan itu, Sekda Blora secara simbolis menerima penyerahan bibit cabai dari perwakilan peserta. Komang menegaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan pilar strategis yang menentukan keberhasilan pembangunan di Indonesia.
Di kesempatan itu, Ia mengingatkan setiap kebijakan, mulai dari perumusan hingga implementasi, berada di tangan ASN.
”ASN memiliki tugas utama melaksanakan kebijakan pemerintah sesuai undang-undang, memberikan pelayanan publik yang profesional, serta menjadi perekat persatuan NKRI,” ujar Komang di hadapan para peserta orientasi.
Ada tiga poin krusial yang ditekankan Komang dalam orientasi itu. Tiga hal itu pun harus menjadi pegangan seluruh PPPK dalam menjalankan tugasnya Integritas dan Nilai ”BerAKHLAK”.
Komang meminta agar nilai-nilai BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) tidak hanya menjadi slogan.
”Integritas adalah fondasi. Tanpa kejujuran dan disiplin, sebesar apa pun kompetensi Anda tidak akan bermakna di mata publik,” tegasnya.
Sinergi dan kolaborasi menghadapi tantangan daerah yang kompleks, PPPK diminta tidak bekerja secara individual atau sektoral. Sekda berharap PPPK hadir sebagai bagian dari tim kerja yang solid untuk membangun Kabupaten Blora yang lebih maju dan berdaya saing.
Melalui orientasi ini, Komang berharap terbentuk kesamaan persepsi dan komitmen yang kuat di antara para pegawai. Kegiatan ini menjadi media pembekalan agar para PPPK mampu memahami sistem pemerintahan dengan baik sejak dini.
”Saya berharap komitmen yang Saudara-saudara sampaikan hari ini benar-benar diwujudkan dalam sikap dan kinerja nyata di lingkungan kerja masing-masing,” kata Komang.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Blora Heru Eko Wiyono mengatakan tahun ini Orientasi PPPK Kurikulum Pengenalan Nilai dan Etika pada Instansi Pemerintah Kabupaten Blora Tahun 2026 Gelombang I dibagi dengan tiga Angkatan yaitu I, II, dan III.
”Tahun ini total ada 960 an ASN PPPK yang akan dilakukan orientasi, dan setiap angkatan ada 80 ASN PPPK,” ucapnya.
Heru Eko Wiyono, menyatakan dukungannya terhadap gerakan ini. Ia berharap semangat inovasi dan kepedulian lingkungan ini terus dibawa saat mereka bertugas di instansi masing-masing.
“Gerakan membawa bibit tanaman ini diharapkan menjadi pemantik bagi ASN lainnya di Blora untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai lumbung pangan mandiri, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal di tengah tantangan global,” ucapnya.












