Blora- Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora (DLH Blora) terus berinovasi dalam pengelolaan sampah melalui program unggulan “Sampah Menjadi Emas”. Program ini dijalankan oleh Bank Sampah Kalpataru. Bahkan proge ini ditetapkan sebagai pilot project pengelolaan sampah berbasis partisipasi aktif pegawai di lingkungan kantor.
Di internal DLH Blora, kegiatan penimbangan tabungan sampah dilaksanakan secara rutin setiap satu minggu sekali. Skema ini mendorong perubahan perilaku pegawai untuk semakin peduli terhadap sampah masing-masing, khususnya sampah bernilai ekonomi yang dapat ditabungkan di bank sampah.
Menariknya, kesadaran tersebut tidak hanya berdampak pada kebersihan kantor. Sejumlah pegawai bahkan turut membawa sampah terpilah dari rumah untuk ditabung, karena volume sampah yang terbuang di lingkungan kantor semakin berkurang. Hal ini menunjukkan tumbuhnya budaya memilah sampah secara konsisten, baik di tempat kerja maupun di lingkungan keluarga.
Secara teknis, DLH Blora telah menjalin kerja sama dengan Pegadaian Cabang Blora untuk mengonversi hasil akumulasi tabungan sampah menjadi emas. Melalui mekanisme tersebut, nilai ekonomi dari sampah yang terkumpul tidak hanya menjadi tabungan biasa, tetapi diwujudkan dalam bentuk investasi emas yang memiliki nilai jangka panjang.
Kepala DLH Blora, Istadi Rusmanto, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar pengelolaan sampah, melainkan gerakan perubahan pola pikir.
“Melalui program Sampah Menjadi Emas ini, kami ingin membangun kebiasaan memilah sampah dari sumbernya. Ketika sampah dipandang memiliki nilai ekonomi, maka kesadaran untuk tidak membuang sembarangan akan tumbuh dengan sendirinya. Ini adalah langkah kecil namun berdampak besar,” ujarnya, kamis (5/3/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan program yang telah berjalan kurang lebih dua tahun ini membuktikan bahwa bank sampah sangat memungkinkan diterapkan di lingkungan perkantoran. Bahkan, jika diterapkan secara konsisten di rumah tangga, potensi hasil tabungan akan semakin besar karena volume sampah bernilai ekonomi di rumah relatif lebih banyak dibandingkan di kantor.
Bank Sampah Kalpataru menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi. Inilah pilot project DLH Blora dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.












