Blora- Masyarakat Desa Jatiklampok, Kecamatan Banjarejo, meminta agar jalan menuju desanya yakni dari arah Jalan Blora-Randublatung menuju desa Jatiklampok yang saat ini dengan kondisi rusak untuk segera diperbaiki. Harapan tersebut secara langsung disampaikan oleh Kepala Desa Jatiklampok dan perwakilan warga, saat Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, M.Si bersama, hadir di Masjid Nurul Hidayah Jatiklampok dalam acara Blora Menyapa, Rabu (4/3/2026).
Bupati beserta Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, Forkopimda dan Seluruh Kepala OPD, Forkopimcam Banjarejo, sengaja hadir di Jatiklampok untuk mendengarkan apa yang menjadi harapan dan masukan dari masyarakat.
Kepala Desa Jatiklampok menyampaikan bahwa masyarakatnya sangat berharap agar jalan menuju desanya agar diperbaiki. Dengan kondisi jalan yang rusak saat ini, ia menilai akses transportasi dari dan ke wilayahnya cukup sulit, termasuk membahayakan bagi anak-anak sekolah.
“Bapak Bupati, kita itu selalu di protes warga karena jalan akses menuju Blora, itu banyak anak sekolah yang jatuh Bapak. Ini mampung ada acara seperti ini unek-unek warga saya, termasuk saya sendiri, mohon Bapak untuk jalan sampai desa Jatiklampok itu diperhatikan,” terangnya.
Pihaknya ingin agar ruas jalan tersebut segera ada penanganan dari Pemerintah Kabupaten Blora, sehingga bisa mempermudah akses masyarakat.
“Saya minta perhatiannya dari pemerintah kabupaten untuk segera minimal diperbaiki atau digrosok dulu lah,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut salah satu warga Robed, dihadapan Bupati ia langsung mengutarakan apa yang menjadi keluhan dari masyarakat setempat, yaitu jalan rusak.
“Sampai sekarang yang dikeluhkan masyarakat itu jalan rusak pak,” katanya.
Bupati Arief mengungkapkan bahwa pihaknya sengaja menggelar Blora Menyapa di Desa Jatiklampok, bersama jajarnnya seperti Dinas PUPR dan lainnya, Ia ingin agar mereka bisa melihat kondisi di lapangan, sekaligus mendengarkan masukan dari masyarakat.
“Saya sengaja memilih kesini, soalnya di Banjarejo jalan yang jelek disini, supaya saya tahu. Bahwa tadi ketika saya perjalanan tadi saya minta nanti Pak Kadis PUPR untuk diukur yang rusak ada berapa kilometer, minimal nanti segera di grosok dulu,” terang Bupati.
Bupati Arief bersama dengan Wakil Bupati menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat karena masih terdapat jalan yang rusak. Jelasnya dari 16 Kecamatan, 295 Desa/Kelurahan ini memang problem utamanya itu, infrastruktur khususnya jalan. Ia menyampaikan bahwa di tahun 2025, pemerintah sudah membangun jalan itu hampir 430 miliar.
“Ini juga anggaran dari Pak Presiden nonton, dari Pak Gubernur, dari APBD, sampai hutang. Memang belum semua, kita mengakui bahwa jalan yang menjadi keluhan masyarakat itu belum semua bisa kita bangun. Tapi memang ini giliran, ini kan baru tahun pertama saya, masuk tahun kedua. Nanti Insya Allah PUPR akan mengukur disini semoga perubahan ini nanti mulai bertahap akan kita bangun,” Paparnya.
Pihaknya berkomitmen di sisa masa kepemimpinannya 4 tahun lagi bersama Wakil Bupati untuk membangun infrastruktur jalan yang masih rusak.
“Kita optimis dengan Ibu Wakil, nanti 4 tahun sisa kami periode kedua ini semoga jalan-jalan yang ada di Kepupaten Blora biar mulus semuanya,” ungkapnya.
Pihaknya menjelaskan bahwa nantinya secara bertahap pembangunan akan dilakukan, termasuk rencana untuk melanjutkan jalan cor yang sudah ada.
“Ini nanti secara bertahap, semoga nanti di perubahan anggaran bisa kita anggarkan untuk mulai kita lanjutkan yang cor tadi yang sudah ada. Jadi, untuk Kecamatan Banjarjo, nanti Bu Camat tolong dipetakan dengan PU yang jalan-jalan yang memang belum tercover ini mana saja,” tambahnya.
Selain mendengarkan masukan dari masyarakat, Bupati Arief, Wakil Bupati, dan Forkopimda juga menyerahkan bantuan kepada takmir masjid, dan menyerahkan bantuan, santunan, kepada masyarakat yang membutuhkan.












