EkonomiHeadlineSeputar Desa

Diresmikan, UD Akar Rimba Katulistiwa Jadi Rool Model, Serap Tenaga Kerja

×

Diresmikan, UD Akar Rimba Katulistiwa Jadi Rool Model, Serap Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini

Blora- Momen Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Peringatan May Day dilakukan UD Akar Rimba Katulistiwa dengan mengundang Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah untuk meresmikan sebuah perusahaan ekspor berbahan akar kayu jati, di Kecamatan Jiken.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Blora, Dasiran, berharap berdirinya Perusahaan ekpor ini bisa menjadi rool model bagi pengrajin akar di Blora, dan bisa menyerap tenaga kerja lokal disekitar perusahaan tersebut.

“Pemkab sangat mendukung apa yang dilakukan oleh UD Akar Rimba Katulistiwa ini. Karena sasarannya tidak hanya lokal, Nasional tapi pangsa pasarnya ada di luar negri, ” jelas Dasiran, jumat (1/5/2026).

Dasiran juga berharap agar Perusahaan tersebut tetap menjaga kwalitas, daya saing dan meningkatkan potensi bagi pengrajin, agar bisa bersaing di pasar dunia.

“Selain itu jangan sampai meninggalkan nilai-nilai budaya lokal Blora, ” imbuhnya.

Ahmad Syaifudin, selaku perwakilan dari UD Akar Rimba Katulistiwa dan Ketua Perkumpulan Pengrajin Akar Jati Payung Emas, sangat berterimakasih atas dukungan dari dari Pemkab.

Ahmad melihat, bahwa di Blora wilayahnya hampir 50 % adalah hutan. Selain Pemkab Ia juga akan berkoordinasi dengan Perhutani Blora Raya untuk mendapatkan bahan yang berkualitas.

Pihaknya juga telah bekerjasama dengan Perusahaan asing di Singapura, yang akan menampung hasil daripada pengrajin akar di Blora.

“Kami sudah ada kerjasama dengan salah satu perusahaan di Singapur, yaitu PT Natuzz Ohme Singapore. Mudah-mudahan bisa menyerap tenaga kerja lokal,” ungkap Ahmad.

Konsep dari UD Akar Rimba Katulistiwa sendiri, akan selalu mengutamakan kwalitas, melalui treatment yang benar, karena akan menjadi rool model.

“Karena tuntutan dari Perusahaan, harus melalu treatment, dan harus ada perendaman lebih dahulu, agar tidak dikembalikan dan diklaim. Yang rugi nanti pengrajin kita,” jelasnya.

Ahmad menyebut, perusahaan lokal di Blora jarang ada yang menjaga kwalitas dengan treatment seperti ini, direndam dan diopen terlebih dahulu.

” Maka karena kami sudah dipercaya oleh perusahaan Singapore, kami akan melakukan alur yang benar. Jadilah perusahaan yang benar agar bisa memuaskan customer,” kata Akmad.

Hadir dalam persemian tersebut, Forkopimda, Forkopimcam Jiken, Brigjen purn. Dwi Surjatmaja dari Jepara, Ketua Bersahabat Selamatkan Hutan Jawa (Bersahaja) Dr, Ir Haryadi Himawan, Joko Sunarto dari Perhutani Alam Wisata (Palawi) serta Adm. Blora Raya, dan sejumlah perajin akar jati di Blora.

Example 120x600