BLORA – Upaya memperkuat ketahanan energi nasional terus menunjukkan progres positif. Tim Eksplorasi Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina mengumumkan bahwa pemboran sumur eksplorasi Dara Jingga (DRJ)-001 yang berlokasi di Desa Menden, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, kini resmi memasuki fase uji produksi (DST).
Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah kerja PT Pertamina EP (PEP) Cepu Field ini merupakan bagian dari rangkaian eksplorasi yang disetujui dan diawasi ketat oleh SKK Migas. Tahapan ini menjadi krusial untuk memvalidasi kandungan migas serta kemampuan alir gas dari lapisan yang telah dibor.
Fokus pada Keselamatan dan Lingkungan
Mengingat pentingnya aspek keselamatan, Pertamina menerapkan standar operasional yang sangat ketat selama proses berlangsung. Geoscientist Exploration Operation Regional Indonesia Timur, Tutus Fidiatmoko, menegaskan bahwa perlindungan warga dan lingkungan adalah prioritas utama.
Beberapa langkah mitigasi yang dijalankan antara lain, Pemantauan H2S: Menyiagakan tim respon tanggap darurat untuk memantau kadar gas di area pemboran dan sekitarnya.
Pengelolaan Flaring: Gas yang dihasilkan akan dibakar sempurna melalui suar bakar untuk meminimalkan asap dan bau.
Kontrol Kebisingan: Seluruh aktivitas dijaga agar tetap di bawah baku mutu yang ditetapkan.
Kegiatan uji produksi ini direncanakan berlangsung selama kurang lebih lima hari. Masyarakat diimbau untuk tidak panik apabila melihat nyala api di area flare pit.
“Aktivitas pembakaran gas atau flaring dilakukan pada pagi hingga petang hari. Kepulan api dan cahaya tersebut adalah hal yang normal dan terkendali dalam operasi migas. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mendekati lokasi operasional,” ujar Tutus Fidiatmoko.
Sebagai bentuk transparansi, Pertamina telah melakukan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan dan membuka saluran komunikasi bagi warga sekitar. Update mengenai perkembangan operasi akan disampaikan secara berkala melalui tokoh masyarakat maupun perwakilan warga.
Hasil dari uji produksi ini nantinya akan menjadi data dasar bagi Pertamina untuk melakukan evaluasi potensi cadangan dan menyusun rencana pengembangan lapangan Dara Jingga lebih lanjut demi mendukung kedaulatan energi Indonesia.












