Blora – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora bersama PT Pertamina EP Cepu, dan Pemerintah Desa Nglobo, menggelar kegiatan bertajuk “Polinator Garden”.
Aksi Penanaman Tumbuhan dalam Rangka Pelestarian Habitat Alami Serangga Polinator di kawasan Objek Wisata Plumpung, Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Senin (29/6/3036). Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia Tahun 2026 di Kabupaten Blora.
Berbeda dengan kegiatan penghijauan pada umumnya, aksi penanaman kali ini difokuskan pada berbagai jenis tanaman bunga yang berfungsi sebagai sumber pakan sekaligus habitat alami bagi serangga polinator.
Kehadiran tanaman berbunga diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang mendukung keberlangsungan hidup berbagai jenis serangga penyerbuk, khususnya kupu-kupu lokal yang menjadi salah satu kekayaan hayati Kabupaten Blora.
Serangga polinator seperti kupu-kupu, lebah, dan beberapa jenis serangga lainnya memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Melalui proses penyerbukan, serangga polinator membantu reproduksi tanaman berbunga, meningkatkan produktivitas tanaman pangan dan hortikultura, menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati, serta mendukung ketahanan ekosistem. Bahkan, sebagian besar tanaman berbunga dan banyak komoditas pertanian bergantung pada jasa penyerbukan alami yang dilakukan oleh serangga tersebut.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran PT Pertamina EP Cepu, Forkopimda Kabupaten Blora, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Blora, pegiat lingkungan, Pemerintah Desa Nglobo, serta masyarakat sekitar yang turut berpartisipasi dalam aksi pelestarian lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora, Istadi Rusmanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup mengenai tantangan lingkungan global yang saat ini dihadapi dunia.
“Dunia saat ini menghadapi triple planetary crisis. Disadari atau tidak, lingkungan telah mengalami perubahan yang sangat nyata, yaitu perubahan iklim (climate change), degradasi keanekaragaman hayati (biodiversity loss), dan pencemaran (pollution). Ketiga tantangan tersebut saling berkaitan dan memberikan tekanan yang semakin besar terhadap kelangsungan kehidupan di bumi,” ungkapnya.
Menurut Istadi, keberadaan serangga polinator saat ini terus mengalami tekanan akibat berkurangnya habitat alami sebagai dampak perubahan penggunaan lahan, pencemaran, maupun perubahan iklim. Oleh karena itu, penyediaan habitat yang aman melalui penanaman berbagai jenis tanaman berbunga menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati.
“Upaya penyediaan habitat yang aman bagi serangga polinator merupakan bagian penting dalam menjaga keanekaragaman hayati sekaligus menjaga kualitas lingkungan. Kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Nglobo dan PT Pertamina yang selama ini terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Blora dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PKPPLH) DLH Kabupaten Blora sekaligus Koordinator Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026, Muhamad Muniri, menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak sehingga puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup dapat terselenggara dengan baik.
Menurutnya, tema “Polinator Garden” bukan sekadar kegiatan penanaman bunga, tetapi merupakan upaya nyata dalam menjaga keberlangsungan habitat kupu-kupu lokal dan serangga polinator lainnya yang memiliki nilai penting bagi ekosistem.
“Alhamdulillah hari ini kita dapat berkumpul di Desa Nglobo dalam rangka pelaksanaan puncak Hari Lingkungan Hidup. Bersama Pertamina EP Cepu, kita melaksanakan kegiatan yang luar biasa dalam rangka pelestarian kupu-kupu lokal endemik Blora,” tuturnya.
“Terima kasih kepada seluruh stakeholder, Pertamina EP Cepu, Pertamina Regional 11, Pemerintah Desa Nglobo, seluruh OPD, Forkopimda, pegiat lingkungan, serta seluruh peserta yang hadir. Mudah-mudahan kegiatan ini sesuai dengan harapan Bupati Blora dalam melestarikan satwa kupu-kupu lokal Blora. Mari kita lestarikan bumi dan menjadikan bumi sebagai sesuatu yang paling berharga untuk kita jaga bersama,” imbuhnya.
Selain aksi penanaman, kegiatan juga diisi dengan penuangan eco enzyme ke aliran sungai di sekitar lokasi. Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik yang mengandung mikroorganisme bermanfaat dan senyawa alami.
“Pemanfaatannya di lingkungan perairan bertujuan membantu mempercepat penguraian bahan organik, mengurangi bau tidak sedap, mendukung keseimbangan mikroorganisme di perairan, serta menjadi media edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik dan upaya menjaga kualitas lingkungan,” pungkasnya.
Melalui program “Polinator Garden”, Pemerintah Kabupaten Blora bersama PT Pertamina EP Cepu berharap dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga habitat alami serangga polinator sebagai bagian dari upaya konservasi keanekaragaman hayati.
Dengan semakin banyaknya ruang hijau yang ditanami tumbuhan berbunga, diharapkan populasi serangga polinator tetap terjaga sehingga mampu mendukung keseimbangan ekosistem, produktivitas pertanian, serta kualitas lingkungan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.












