HeadlineMinyak dan Gas

Media Gathering 2026: Pertamina Paparkan Potensi Cadangan Migas Indonesia

×

Media Gathering 2026: Pertamina Paparkan Potensi Cadangan Migas Indonesia

Sebarkan artikel ini
Koordinator Komunikasi SKK Migas Arief Hermawan, saat memaparkan Indonesia masih menyimpan potensi minyak dan gas bumi (migas) yang sangat besar dalam kegiatan Media Gathering 2026 Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina bersama sejumlah awak media yang berlangsung di Ballroom Hotel Kokoon, Banyuwangi, Jumat (10/7).

BANYUWANGI, – SKK Migas melalui Koordinator Komunikasi SKK Migas Arief Hermawan menyebut Indonesia masih menyimpan potensi minyak dan gas bumi (migas) yang sangat besar.

Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Media Gathering 2026 Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina bersama sejumlah awak media yang berlangsung di Ballroom Hotel Kokoon, Banyuwangi, Jumat (10/7).

Berdasarkan data SKK Migas yang dipaparkan dalam infografis Potensi Migas Indonesia per 31 Juli 2024, terdapat 128 cekungan migas (basins) di seluruh Indonesia, dengan 68 cekungan di antaranya belum pernah dieksplorasi.

Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi penemuan cadangan migas baru untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Data tersebut menunjukkan, dari total 128 cekungan migas, sebanyak 20 cekungan telah berproduksi, 8 cekungan telah dibor namun belum berproduksi, 19 cekungan telah terindikasi mengandung hidrokarbon, 13 cekungan telah dibor tetapi tidak menemukan cadangan ekonomis, sementara 68 cekungan lainnya masih belum tersentuh kegiatan eksplorasi.

SKK Migas juga mencatat Indonesia memiliki cadangan minyak sebesar 4,70 miliar barel minyak (BBO) dan cadangan gas mencapai 55,76 triliun kaki kubik (TCF) yang merupakan gabungan cadangan terbukti dan potensi.

Dari sisi aktivitas hulu migas, hingga 31 Juli 2024 terdapat 167 wilayah kerja (WK) yang terdiri atas 104 WK eksploitasi, 44 WK eksplorasi, serta 19 WK yang sedang dalam proses terminasi. Selain itu, terdapat sekitar 2.300 lapangan eksplorasi dan pengembangan, lebih dari 30.000 sumur migas, 126 proven play, serta volume migas yang telah ditemukan mencapai 159 billion barrels of oil equivalent (BBOE) .

Infografis tersebut juga menggambarkan besarnya infrastruktur industri hulu migas nasional. Saat ini Indonesia memiliki 639 platform lepas pantai, 2 kilang LNG, 6 kilang LPG, 22 fasilitas FPSO/FSO/FPU, serta jaringan pipa migas sepanjang sekitar 47.500 kilometer.

Sementara itu, total aset sektor hulu migas mencapai sekitar US$67,7 miliar atau setara Rp621 triliun berdasarkan harga perolehan, dengan wilayah kerja aktif yang mencakup lebih dari 460 ribu kilometer persegi di darat maupun lepas pantai.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama SKK Migas menilai masih besarnya jumlah cekungan yang belum dieksplorasi menjadi peluang strategis untuk meningkatkan penemuan cadangan baru.

Upaya eksplorasi yang lebih masif diharapkan mampu mendukung target peningkatan produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan.

 

Example 120x600