CEPU — Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas di bawah naungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi mengukuhkan 207 wisudawan dan wisudawati dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda Program Sarjana Terapan ke-55 Tahun Akademik 2025/2026.
Acara khidmat ini berlangsung di Grha Oktana PEM Akamigas, Cepu, Jawa Tengah pada Jumat (17/7/2026).
Momen kelulusan sakral ini dihadiri langsung oleh jajaran petinggi Kementerian ESDM, pemerintah daerah mitra, pimpinan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), serta para pelaku industri energi nasional dan multinasional.
Pada angkatan ke-55 ini, PEM Akamigas meluluskan para profesional muda dari lima program studi strategis yang siap menyokong kedaulatan energi nasional.
Rincian lulusan terdiri atas 28 orang dari Teknik Produksi Minyak dan Gas, 66 lulusan Teknik Pengolahan Minyak dan Gas, 36 lulusan Teknik Mesin Kilang, 37 lulusan Teknik Instrumentasi Kilang, serta 40 lulusan Logistik Minyak dan Gas.
Berdasarkan sumber pembiayaannya, terdapat 150 mahasiswa dari jalur mandiri, 3 penerima beasiswa internal Kementerian ESDM, dan 54 mahasiswa dari skema beasiswa kerja sama dengan pemerintah daerah serta industri, termasuk PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (37 orang) dan PT PetroChina International Jabung Ltd (4 orang).
Menteri ESDM yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, dalam arahannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian PEM Akamigas.
“Melalui visi Asta Cita, ketahanan dan kedaulatan energi nasional menjadi prioritas mutlak. Implementasi program strategis nasional seperti Mandatori Biodiesel B50, persiapan Program E20 berbasis bioetanol, serta percepatan Proyek Strategis Nasional Lapangan Abadi Masela membutuhkan pasokan talenta vokasi yang kompeten dan adaptif di lapangan,” ujar Ahmad Erani Yustika dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan Kementerian ESDM diarahkan penuh untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi dalam negeri, meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi, memperkuat bauran energi nasional, memperluas akses energi yang berkeadilan, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Rekor Keterserapan Kerja Dini MeroketSalah satu sorotan utama dalam wisuda kali ini adalah lonjakan signifikan daya saing lulusan PEM Akamigas di dunia kerja.
Data tracer study dengan masa tunggu satu tahun menunjukkan tingkat keterserapan industri terus meroket dalam empat tahun terakhir.
Dari 61% pada lulusan 2022, naik ke 66% (2023), melesat menjadi 80% (2024), hingga mencapai rekor tertinggi sebesar 90% pada lulusan tahun 2025.
Luar biasanya, persentase mahasiswa yang direkrut oleh korporasi besar sebelum resmi diwisuda (masa tunggu nol bulan) melonjak tajam menjadi 40% pada angkatan tahun 2026 ini, meningkat pesat dari tahun 2025 yang tercatat sebesar 27,1%.
Para lulusan baru tahun 2026 tersebut dilaporkan langsung bergabung dengan berbagai industri raksasa kelas dunia, seperti Pertamina Group, PT Pertamina Patra Niaga, PT Trans-Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI), SLB Indonesia (Schlumberger), PT Linde Indonesia, PT NESR Indonesia, hingga PT Multi Karya Asia Pacific Raya.
Direktur PEM Akamigas, Erdila Indriani, menegaskan bahwa prestasi impresif ini merupakan hasil nyata dari penguatan kurikulum pendidikan vokasi berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta program magang industri wajib selama enam bulan.
“Kepercayaan masif dari dunia industri ini membuktikan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik, kurikulum adaptif yang match dengan kebutuhan riil industri, serta sinergi erat dengan regulator dan pemerintah daerah sukses melahirkan SDM siap kerja. Kami mendidik mahasiswa tidak hanya unggul secara akademis, namun juga memiliki integritas dan karakter kuat untuk menjawab tantangan transisi energi global,” ungkap Erdila dalam laporannya.
Lulusan Terbaik dan Prestasi GlobalPada wisuda ke-55 ini, sebanyak 85 lulusan berhasil meraih predikat Cum Laude (Dengan Pujian).
Penghargaan tertinggi berupa predikat “Vyatra Wisudatama” dianugerahkan kepada Achmad Rendy Dwi Yulianto dari Program Studi Teknik Pengolahan Minyak dan Gas yang meraih IPK tertinggi 3,90 dan telah langsung diterima bekerja di PT Procter & Gamble Operations Indonesia.
Selain Achmad Rendy, lulusan terbaik dari program studi lainnya yang juga langsung terserap di industri adalah:Gilang Nurul Mutaqien (Teknik Mesin Kilang – IPK 3,60 di PT Multi Karya Asia Pacific Raya).
Yardan Akbar Waliudin (Teknik Instrumentasi Kilang – IPK 3,75 di SLB Indonesia). Mohammad Dicky Sustiawan (Teknik Produksi Minyak dan Gas – IPK 3,78 di PT Arka Data Pratama).
Fanya Aulia Revalina (Logistik Minyak dan Gas – IPK 3,71 di PT Perusahaan Gas Negara Tbk).
Selain capaian akademik, sepanjang tahun akademik 2025/2026 civitas akademika PEM Akamigas berhasil menorehkan deretan prestasi gemilang di tingkat nasional maupun internasional.
Di antaranya Juara 1 dan 2 Oil Rig Design pada PETROLIDA 2026 di ITS, Juara 1 Youth National Science Fair (YNSF) 2026, Juara 1 Case Study Competition pada Annual Energy Symposium 2025 oleh SPE Java Indonesia, serta Juara 2 dan 3 Oil Rig Design di ITB.
Peningkatan mutu institusi secara menyeluruh juga dibuktikan dengan diraihnya peringkat Akreditasi Unggul bagi seluruh program studi Sarjana Terapan dari Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan Persatuan Insinyur Indonesia (LAM Teknik PII) hingga akhir tahun 2025.
Ekspansi Global dan Program Studi BaruMenyongsong Tahun Akademik 2026/2027, antusiasme publik kian tinggi tercermin dari pertumbuhan jumlah mahasiswa aktif (student body) PEM Akamigas yang melonjak sebesar 20,36% dari 1.282 menjadi 1.543 mahasiswa.
Guna memperluas kontribusi global dan menjawab tren transisi energi hijau, PEM Akamigas resmi mulai menerima mahasiswa internasional lewat skema The Indonesian AID Scholarship (TIAS) dari LDKPI.
Tidak hanya itu, institusi ini juga tengah bersiap membuka tiga program studi baru potensial: D3 Energi Baru dan Terbarukan, D3 Pengolahan Minyak dan Gas, serta D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Minyak dan Gas.












