HeadlinePemerintahanPendidikanPeristiwa

136 Siswa Alami Mual dan Diare Diduga Usai Santap Menu MBG

×

136 Siswa Alami Mual dan Diare Diduga Usai Santap Menu MBG

Sebarkan artikel ini

Blora — Sebanyak 136 siswa SMAN 1 Tunjungan Kabupaten Blora diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis MBG, Senin (7/9/2026). Para siswa mulai merasakan gejala mual dan diare sejak Senin sore hingga Selasa pagi.

Dugaan sementara keracunan mengarah pada menu ayam bersantan yang dibagikan seusai jam istirahat.

Salah satu siswa, Adelia, mengaku mengalami sakit perut dan mual setelah pulang sekolah.

“Kemungkinan dari sayur santan ayam. Sampai tadi siang sudah sekitar empat kali keluar masuk kamar mandi,” ujar Adelia.

Siswa lain, Rafa Eka Bagos mengaku sakit perut dan pusing setelah makan dari MBG. Diare yang dialami membuatnya buang air besar sebanyak lima kali.

‎”Malam hari itu sekitar jam 2 dini hari dan jam 3. Kalau pagi itu sebelum berangkat sekolah dan pas di sekolah juga sempat ke toilet,”ungkapnya.

‎Ia menyampaikan, untuk menu yang dimakan itu ada nasi, ayam, tempe sayuran, dan buah apel.

Ketua Satgas SPPG Blora Sri Setyorini melakukan peninjauan ke sekolah untuk melihat kondisi siswa. Ia mendengar keluhan dan kondisi siswa yang merasa mules dan pusing.

‎”Jumlah pasti yang diperiksa ada sebanyak 133 siswa, dirujuk ke klinik ada enam siswa, tiga masih dirawat dan tiga sudah pulang,” ujarnya.

‎Setyorini juga telah memberi peringatan pada SPPG Sukorejo 2 Tunjungan sebanyak dua kali beberapa waktu lalu. Keracunan ini yang ketiga untuk SPPG tersebut.

‎”Padahal SPPG ini mengirimkan pada tiga tempat yakni SMAN 1 Tunjungan, Pondok Pesantren Al Banjari, dan SD Islam Terpadu (IT). Kami mau nggak mau harus mengusulkan untuk tutup,”jelasnya.

‎Pihaknya juga sudah memberikan peringatan sebanyak tiga kali, ditutup permanen atau tidak itu diserahkan ke BGN. Untuk dugaan menu MBG di SMAN 1 Tunjungan itu ada ayam, tempe goreng dan brokoli.

‎”Bahkan kami menerima laporan bahwa di SD Al Banjari tadi itu di ayam ada belatung lagi. Artinya kebersihan dapur tersebut masih kurang,” ungkapnya.

‎Setyorini menjabarkan bahwa siswa-siswi saat menerima MBG di Senin (7/9), sampai dirumah itu mereka merasakan mual-mual, mules dan setelah didata di sekolah ternyata banyak yang merasakan gejala yang sama. Pada jam 10.00 pagi itu didata dan ternyata banyak siswa yang di periksa.

‎”Usulan saya ke SPPG Sukorejo yang pertama hari ini dia harus mengembalikan dana ke BGN dengan total jumlah penerima manfaat dikali harga. Harus dikembalikan dan saya minta bukti transfer. Yang kedua saya usul ditutup permanen karena peringatan tiga kali dan ada kejadian luar biasa,”tuturnya.

Kepala SMAN 1 Tunjungan, Yuni Ni’wati menjelaskan kronologi para siswa mengalami dugaan keracunan menu MBG tersebut.

“Awalnya ada keluhan, kemudian karena ada keluhan, waka (wakil kepala sekolah) men-tracking semuanya yang bergejala diminta ke aula. Kemudian kita melaporkan dan Dinkes datang untuk memeriksa,” ucapnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pemeriksaan kesehatan massal langsung dilakukan di lokasi sekolah. Sejumlah siswa yang kondisinya memerlukan perawatan lanjutan juga dirujuk ke klinik terdekat.

Penanganan kasus ini dikawal langsung oleh Wakil Bupati Blora, Kepala Dinas Kesehatan Blora, jajaran TNI/Polri, pihak sekolah, serta orang tua murid.

Example 120x600