BLORA, Jawa Tengah — Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti Markas Batalyon Infanteri (Yonif) 410/Alugoro Blora, Jawa Tengah, Senin (12/10/2026) malam.
Ratusan prajurit TNI Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) akhirnya kembali ke markas usai menuntaskan tugas pengabdian selama 12 bulan di tanah Papua.
Rombongan yang terdiri dari 449 prajurit tersebut tiba di Mako Yonif 410/Alugoro menggunakan iring-iringan armada bus.
Kedatangan pasukan penjaga kedaulatan negara ini disambut hangat oleh komando markas serta tangis bahagia dari sanak keluarga, istri, dan anak-anak yang telah setia menunggu selama satu tahun penuh.
Isak tangis haru tak terelakkan ketika para prajurit bertemu dengan keluarga dan memeluk erat anak dan istri mereka. Momen kerinduan mendalam terpancar jelas dari raut wajah para keluarga prajurit yang bersyukur anggota keluarga mereka kembali dengan selamat.
Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 410/Alugoro sekaligus Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pamtas RI-PNG Kewilayahan Papua, Letkol Infanteri Sudarmanto, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas dedikasi serta loyalitas seluruh prajurit selama menjalankan misi pertahanan di bumi Cenderawasih.
“Dari total prajurit yang berangkat, sebanyak 449 anggota kembali dengan selamat. Namun, duka mendalam juga kita rasakan bersama karena satu anggota terbaik kita gugur saat menjalankan tugas negara di Papua,” ujar Letkol Inf Sudarmanto saat memberikan keterangan.
Selama satu tahun bertugas di daerah perbatasan, Yonif 410/Alugoro tidak hanya berfokus pada pengamanan teritorial, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis dan teritorial berbasis kemasyarakatan. Strategi ini terbukti efektif dalam merangkul masyarakat lokal.
“Melalui pendekatan yang persuasif dan menyentuh hati rakyat, pasukan Yonif 410/Alugoro bahkan berhasil mengajak sejumlah anggota kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk menyerahkan diri secara sukarela dan kembali berikrar setia ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),”ungkapnya
Keberhasilan misi ini menjadi bukti nyata keprofesionalan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga keutuhan serta kedaulatan Indonesia di pelosok negeri.












