HeadlinePemerintahanPeristiwa

BPBD Blora Petakan Titik Rawan Bencana

×

BPBD Blora Petakan Titik Rawan Bencana

Sebarkan artikel ini
Widodo, Kepala BPBD Blora.(Dok)

Blora-  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora mulai memetakan titik rawan bencana untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi menjelang musim penghujan. Langkah ini dilakukan menyusul cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Blora dan menyebabkan 36 bangunan rusak akibat angin puting beliung.

Kepala Pelaksana BPBD Blora, Widodo, mengatakan berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Pantura, termasuk Blora, diperkirakan memasuki musim penghujan pada awal Desember. Namun, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi angin kencang selama masa peralihan cuaca.

“Perkiraan musim penghujan awal Desember, namun peralihan cuaca memang biasanya angin puting beliung menjadi salah satu yang perlu diwaspadai,” ujarnya, Minggu (25/10/2026).

BPBD Blora juga menjadwalkan kegiatan kesiapsiagaan pada awal November dengan melibatkan TNI, Polri, dan relawan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapan personel dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Widodo mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Kondisi lingkungan, termasuk berkurangnya pepohonan dan tanaman bambu yang berfungsi sebagai penahan angin, juga menjadi perhatian.

Pemetaan titik rawan dilakukan dengan mengacu pada Kajian Risiko Bencana (KRB). Data tersebut menjadi dasar untuk mengidentifikasi jenis ancaman, wilayah berisiko, serta menentukan langkah mitigasi yang tepat.

“Dari kajian itu bisa diketahui bencana apa yang sering terjadi dan titik rawannya di mana. Sehingga mitigasi bisa disiapkan lebih tepat,” jelasnya.

BPBD berharap pemetaan dan penguatan kesiapsiagaan dapat meminimalkan risiko serta dampak bencana, sekaligus meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi cuaca ekstrem di Kabupaten Blora.

Example 120x600