Blora– Pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga 4 Jawa Tengah yang mempertemukan Persikaba Blora melawan Persibas Banyumas berlangsung sengit. Berlaga di Stadion Kridaloka, Jepon, Rabu (25/1/2026), kedua tim harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 dalam laga yang diwarnai tensi tinggi dan kartu merah.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Persikaba yang tampil di depan publik sendiri langsung mengambil inisiatif serangan. Dalam 15 menit pertama, anak-anak asuh Gusnul Yakin tampil impresif dengan permainan umpan pendek yang merapatkan lini pertahanan “Laskar Bawor”, julukan Persibas.
Perpindahan bola cepat dari sisi sayap sempat merepotkan barisan belakang Persibas. Namun, tim tamu yang diperkuat sejumlah pemain berpengalaman eks Liga 1 tampil disiplin. Memasuki menit ke-20, Persibas mulai bangkit dan keluar dari tekanan melalui skema serangan balik cepat. Meski kedua tim saling jual beli serangan, skor kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, Persibas melakukan rotasi pemain yang memberikan dampak signifikan terhadap ketajaman lini serang mereka. Di sisi lain, Persikaba nyaris memecah kebuntuan melalui serangan balik kilat, namun sepakan penyerang mereka Adam (10) masih membentur tiang gawang.
Ketegangan memuncak di menit-menit akhir. Pada menit ke-88, aksi solo run pemain Persibas memicu kemelut di kotak penalti Persikaba. Bola rebound jatuh ke kaki Arvin Aufa Rishandy (9) yang dengan tenang melepaskan sontekan terukur ke gawang tuan rumah. Skor 0-1 untuk Persibas.
Tensi semakin memanas yang berujung pada diusirnya dua pemain. Wasit mengeluarkan kartu merah untuk Ali Sadikin (Persikaba) dan dan kartu kuning kedua Ardya Malik (Persibas) akibat protes keras dan keterlibatan dalam insiden di lapangan.
Bermain dengan masing-masing 10 orang, Persikaba menolak menyerah. Tekanan demi tekanan membuahkan hasil di masa injury time. Melalui eksekusi tendangan bebas yang cantik pada menit ke-90+7, Dwi Bayu (8) sukses menggetarkan jala gawang Persibas, sekaligus menyelamatkan wajah tuan rumah dari kekalahan. Skor 1-1 menutup laga.
Usai laga, kubu Persibas sempat melayangkan protes keras kepada perangkat pertandingan terkait durasi tambahan waktu yang dinilai berlebihan.
Asisten Pelatih Persibas, Abda Ali, menyayangkan kepemimpinan wasit yang dianggap tidak konsisten.
“Kedua tim sebenarnya saling serang dan pertandingan sangat menarik. Namun, kami sedikit kecewa dengan keputusan tambahan waktu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Meski begitu, hasil ini tetap kami syukuri dan akan ada evaluasi untuk leg kedua,” ungkap Abda Ali.
Sementara itu, Pelatih Kepala Persikaba, Gusnul Yakin, mengapresiasi mentalitas anak asuhnya yang berjuang hingga detik terakhir.
“Kami sempat tertekan, namun semangat juang pemain hingga akhir laga patut diacungi jempol. Di leg kedua nanti, kami tahu tantangan akan lebih berat, tapi kami akan berjuang habis-habisan selama 90 menit,” tegas Gusnul.
Dengan hasil imbang ini, peluang kedua tim untuk melaju ke babak berikutnya masih terbuka lebar. Laga leg kedua diprediksi akan berlangsung jauh lebih panas mengingat kedua tim memburu kemenangan mutlak.












