Blora – Meski hujan sudah turun disejumlah wilayah di Kabupaten Blora, Namun bencana kekeringan dan krisis air belum usai. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora mencatat, jumlah warga terdampak kekeringan mencapai 481.149 jiwa.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Blora Abdul Mukhid menyatakan, seluruh wilayah di 16 kecamatan masih mengalami krisis air. Kekeringan tersebar di 16 kecamatan, meliputi Blora Kota, Jepon, Jiken, Jati, Randublatung, Ngawen, Tunjungan, Kunduran, Todanan, Cepu, Banjarejo, Bogorejo, Sambong, Japah, Kedungtuban dan Kradenan.
“Dari 16 kecamatan itu dari data yang ada di BPBD Blora hanya 196 desa yang dilaporkan mengalami krisis air. Jumlah tersebut lebih banyak daripada tahun lalu yang hanya 185 desa,” ujarnya, Senin (07/10/2024).
Ia menambahkan, kekeringan tersebut berdampak pada 481.149 jiwa. Data tersebut diperoleh berdasarkan laporan kasi ketentraman dan ketertiban setiap kecamatan.
“Data itu kami kumpulkan untuk melakukan upaya droping air di sejumlah desa atau kelurahan yang terparah. Data yang disetorkan itu akan bertambah dan berkurang setiap waktu sesuai dengan kondisi air di daerah itu,” ucapnya.
Ia menyatakan, bencana kekeringan ini akan terus terjadi dan BPBD Blora, relawan dan pegiat kemanusiaan terus melakukan kegiatan droping air. Kondisi musim hujan dan kemarau ini akan berhenti saat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika sudah menyatakan telah memasuki musim hujan.
“Sampai saat ini belum ada rapat, koordinasi dan komunikasi terkait kapan berakhirnya musim kemarau. Kami harap masyarakat Blora terus bersabar dan berdoa untuk bencana kekeringan itu segera usai,” pungkasnya.
Suntarno, salah satu warga Blora mengatakan saat ini masih membutuhkan bantuan air bersih, mengingat hingga kini sumber air yang berada disumurnya belum cukup untuk hari hari.
“ya meski sudah ada hujan turun, namun air belum cukup untuk kebutuhan sehari hari,” tuturnya.
Suntarno menyampaikan terimakasih atas bantuan air bersih yang sudah diberikan oleh sejumlah pihak kepada kami.
“terimakasih kasih atas bantuan airnya, ini sudah empat bulan kami mengalami kesulitan air akibat kemarau dan biasanya kami ambil air jaraknya cukup jauh,” pungkasnya.












