Oleh : Annisa Rosefalinda dan Sriyadi
Sebanyak 3000 penari tayub tampil dalam acara BLORA CULTURE FESTIVAL 2024 yang diadakan di Lapangan Kridosono pada 7 September 2024. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blora ini semua kalangan terlibat untuk menari, dari yang muda hingga dewasa, laki laki maupun perempuan semua sangat bersemangat untuk terlibat dalam event ini. Antusias mereka dapat dilihat saat acara yang digelar dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB dibawah terik matahari yang begitu menyenggat. Peserta yang tergabung dalam event ini adalah siswa-siswi SMP hingga SMA, pegawai dinas yang ada di Kabupaten Blora hingga pelaku kesenian Tayub yang ada di Blora (Joged ) dan Pramugari Tayub juga sangat bersemangat dalam mengikuti acara Tayub massal ini. Gendhing yang digunakan yaitu “Sepuloh wolu” dan diakhiri dengan “Godril” yang ditabuh secara live oleh pada pemuda Blora yang menggeluti seni karawitan.
Sebenarnya, kesenian Tayub sendiri bukanlah tarian yang dilakukan secara serempak atau gerakan yang sama antara joged satu dengan joged lainnya. Tayub ditarikan dengan gerakan bebas, namun harus paham dan mengerti dimana seleh gong dan kendangnya. Dalam event ini, karena untuk kebutuhan massal, maka dibuatlah susunan gerakan yang simple dan mudah agar terlihat serempak.
Dalam acara ini ada beberapa kelompok yang ditugaskan sebagai Leader, Maskot, Penggembira, dan Pengombyong. Leader utama berjumlah sepuluh orang yang terdiri dari enam orang putri dan empat orang putra, menggunakan sanggul, kemben berwarna merah dengan kombinasi kain payet bling-bling serta jarik. Mereka ditempatkan pada panggung kecil yang telah disebar di beberapa titik untuk sebagai contoh penari lainnya. Maskot perwakilan SMP dan SMA menggunakan kostum tari seperti sanggul, kemben, dan jarik. Mereka di posisikan di depan panggung di urutan kedua setelah beberapa Leadership diurutan pertama. Selanjutnya, ada penggembira yang berpakaian menggunakan kebaya putih yang terdiri dari OPD dan kecamatan se-Kabupaten Blora. Para penari ini diposisi setelah urutan maskot perwakilan sekolah dan di sebelah kiri panggung. Selain itu, juga terdapat Pengombyong yang memakai pakaian samin dari OPD dan kecamatan se kabupaten Blora. Pengombyong ini diposisikan sebelah kanan panggung yang berjejeran dengan penggembira. Ada juga para abdi negara seperti polisi, polwan, dan tentara yang ikut memeriahkan acara yang telah diselenggarakan.
Tujuan diselenggarakan Festival 3000 Tayub ini adalah untuk memperkenalkan kesenian Tayub Blora pada masyarakat bahwa selain Barongan Blora, juga ada Tayub Blora yang tidak kalah menariknya yang sama-sama berasal dari Blora. Tayub sebagai salah satu produk budaya masyarakat Blora dapat menjadi identitas dan karakteristik dari Kabupaten Blora. Maka dari itu, sangat penting untuk menjaga kontinuitas dari tari Tayub tersebut. Melalui event ini diharapkan masyarakat Kabupaten Blora lebih peduli terhadap tari Tayub.
Kepedulian masyarakat Blora pada tari Tayub pada dasarnya sudah sangat nampak dalam event tersebut. Antusias masyarakat Blora sangat tinggi yang ditunjukkan dengan banyaknya masyarakat yang basicnya bukan penari namun mereka bersemangat untuk ikut dalam kegiatan tersebut. Dengan giat, mereka mempelajari materi tarian yang akan dipresentasikan dalam event besar di Kabupaten Blora tersebut.












