Blora – Dalam upaya meningkatkan pendapatan petani di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, seorang mahasiswa RPL UNNES Fakultas Ekonomika dan Bisnis S1 Manajemen, Sulistiono, melakukan edukasi kepada para petani untuk menanam okra (Abelmoschus esculentus Moench). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 Mei di Desa Tinapan.
Okra adalah sejenis tumbuhan berbunga dalam suku Malvaceae yang berasal dari kawasan di sekitar Ethiopia. Tanaman ini memiliki ukuran buah sebesar cabai hijau besar, dengan keliling berlekuk, berbulu halus, dan berwarna hijau. Okra dapat diolah menjadi berbagai hidangan, seperti kari, balado, campuran salad, atau hidangan tumis.
Sulistiono menjelaskan bahwa tanaman okra memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan tanaman jagung, seperti lebih tahan terhadap kekeringan, biaya produksi yang lebih murah, dan keuntungan yang lebih besar.
“Dengan kondisi lahan di Desa Tinapan yang memiliki tingkat kekeringan relatif tinggi, okra merupakan salah satu opsi yang harus dicoba untuk meningkatkan pendapatan petani,” ungkap Sulistiono.
Suwoto Salah satu Petani di Desa Tinapan menyambut gembira kegiatan edukasi ini dan optimis bahwa budidaya okra dapat membantu mengoptimalkan lahan mereka.
“Dengan perhitungan yang disampaikan, petani memiliki gambaran yang jelas tentang potensi keuntungan menanam okra. Dan tentunya menjadi pilihan petani untuk bertani, ” pungkasnya.
Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan petani di Desa Tinapan dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Blora untuk mengembangkan potensi pertanian yang lebih baik.












