HeadlinePemerintahanPendidikan

Siap Beroperasi, 50 Siswa Sekolah Rakyat Mulai Masuk Di Tahun Ajaran Baru

×

Siap Beroperasi, 50 Siswa Sekolah Rakyat Mulai Masuk Di Tahun Ajaran Baru

Sebarkan artikel ini
Bupati Blora bersama Forkompimda meninjau Lokasi Sekolah Rakyat di Cepu.(Dok)

Blora- Pemerintah Kabupaten Blora memastikan kesiapan operasional Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kecamatan Cepu. Sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu ini akan mulai beroperasi pada Senin, 14 Juli 2025, dengan jumlah peserta didik sebanyak 50 siswa.

Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Blora, Dr. Arief Rohman, M.Si saat meninjau langsung kesiapan sekolah dan fasilitas asrama, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Kab.Blora, Jumat sore (11/7/2025).

Peninjauan dilakukan bersama jajaran Forkopimda, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pendidikan, Camat Cepu, dan Kepala Sekolah.

“Hari ini saya dengan Pak Kapolres, Pak Dandim, dan juga Kadinsos, Kadinas Pendidikan, Ibu Camat, dan Kepala Sekolah, kita meninjau kesiapan pelaksanaan Sekolah Rakyat yang ada di Cepu ini, yang insyaallah nanti mulai tanggal 14 akan dimulai proses aktivitas pembelajaran di Cepu ini,” ujar Bupati Arief.

Bupati mengungkapkan, sekolah ini akan menampung 50 siswa terpilih yang berasal dari kalangan masyarakat kurang mampu.

Dari jumlah tersebut, 17 siswa berjenis kelamin laki-laki, dan sisanya perempuan.

“Kita sudah cek dan Alhamdulillah sudah 100 persen siap diserahterimakan. Tentunya kami dari Forkopimda akan mendukung penuh agar keberadaan Sekolah Rakyat ini bisa memberikan manfaat untuk anak didik yang nanti masuk di sini, termasuk dari Polres, Kodim yang juga akan memberikan materi-materi awal untuk anak-anak kita,” lanjutnya.

Rencananya, pada Rabu (16/7) mendatang, para orang tua siswa akan diundang dalam acara serah terima di Pendopo Kabupaten Blora. Dalam kesempatan itu, pemerintah juga akan melakukan profiling untuk mengetahui latar belakang sosial ekonomi keluarga masing-masing siswa.

Adapun biaya sekolah dan asrama semua ditanggung negara, orang tua juga akan dibantu.

“Tadi kami sudah rapat juga bahwa nanti hari Rabu orang tua dari siswa-siswi ini akan kita undang serah terima di pendopo, sambil kita juga profiling dari 50 orang tua ini backgroundnya seperti apa karena ini berasal dari desil 1 dan desil 2, jadi kemarin sekilas saya lihat rumahnya ada yang tidak layak huni dan sebagainya,” terang Bupati.

“Arahan Pak Mensos, anak-anaknya diasramakan di sini semuanya ditanggung oleh negara, tapi orang tuanya harus kita bantu kita akan lihat orang tuanya apakah kerjanya apa dan sebagainya.” paparnya

Bupati juga menekankan pentingnya pendekatan persuasif kepada orang tua siswa agar siap melepas anak-anak mereka tinggal di asrama.

“Kan ada anak-anak dirumahnya yang sering bantu orang tuanya, begitu anak-anaknya diboardingkan bagaimana, Kita diskusi dengan orang tuanya. Ini sudahkah rela melepas anaknya di sini? Ini harus kita ajak biar hubungan orang tua, dengan siswa dan sekolah ini bisa berlangsung dengan baik.” Jelasnya

Disampaikan bahwa asrama sudah layak, dan untuk fasilitas terus ditingkatkan. Bupati juga meninjau kondisi asrama tempat siswa akan tinggal selama menempuh pendidikan. Ia menyebut fasilitas saat ini sudah memadai.

“Alhamdulillah sudah layak, tadi kamar mandinya juga baru, ada tempat jemuran dan sebagainya, saya kira sudah bagus, tapi mungkin kipasnya kalau kurang ya agar ditambah.” ungkapnya

Bupati Arief menjelaskan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan rencana pengembangan Sekolah Rakyat ke jenjang SMP dan SMA.

Pemerintah Kabupaten Blora telah menyiapkan lahan seluas 7 hektare di sekitar kawasan PDAM Cepu untuk mendukung kelanjutan program ini.

“Ini angkatan pertama. Kita juga diminta untuk menyiapkan untuk kelanjutannya, SMP-SMA. Rencana ada menyiapkan 7 hektar lokasi di Cepu juga di sampingnya PDAM sedang kita tata untuk nantinya berkelanjutan.” imbuhnya

Pihaknya mengungkap, bahwa terdapat dua rombel, satu rombelnya berisi lebih dari 20an siswa.

“Kita berharap tahun depan semoga bisa berkelanjutan untuk SMP-nya, SMA-nya berarti sudah naik kelas. Tanah yang menyiapkan kita dan yang membangun nanti pusat, nunggu perencanaan berikutnya. Tapi sekilas kita diminta untuk menyiapkan lahan 7 hektar untuk menyiapkan sarana dan prasarana mulai gedung sekolah.” tambahnya.

Salah satu dari 50 siswa yang akan mengikuti Sekolah Rakyat adalah Bayu Putra, alumni SMP Negeri 4 Cepu. Ayah Bayu bekerja sebagai buruh bangunan, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga.

Bayu mengaku senang bisa bersekolah gratis dan sudah siap tinggal di asrama.

Ia berharap sekolah ini bisa menjadi jalan baginya untuk menggapai cita-cita dan membahagiakan orang tua.

“Senang karena bisa sekolah gratis. Ingin jadi pintar, cita-cita saya menjadi petugas pemadam kebakaran. Saya siap tinggal di asrama ikut Sekolah Rakyat, ingin membahagiakan orang tua,” ujar Bayu.

Kepala Sekolah Tri Yuli Setyoningrum, S.Pd, M .Pd menjelaskan bahwa untuk menunjang kebutuhan pengajaran dan pengasuhan, SDM sudah tersedia meliputi 17 guru, 2 wali asrama, bendahara, serta operator sekolah, dsb.

Adapun fasilitas Sekolah Rakyat di Cepu dirancang dalam bentuk gedung dua lantai yang mencakup ruang asrama untuk putra dan putri, toilet, serta gudang di lantai dasar.

Di lantai atas terdapat ruang kelas, laboratorium, dan ruang guru.

Selain itu, tersedia pula gedung koperasi dua lantai, mushola, lapangan, serta area asrama guru perempuan. Fasilitas pendukung lainnya meliputi ruang UKS, dapur kering, toilet, ruang makan bersama, dan perpustakaan. Seluruh sarana ini disiapkan untuk mendukung pembelajaran dan kehidupan berasrama yang nyaman dan terpadu bagi para siswa.

Example 120x600