Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora terus mendorong pengembangan pertanian organik sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Langkah ini dilakukan melalui berbagai program pendampingan petani, pelatihan teknik pertanian organik, dan pupuk organik.
Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan bahwa pertanian organik merupakan solusi masa depan yang tidak hanya menjaga kesehatan konsumen, tetapi juga memperbaiki kualitas tanah dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia berbahaya.
“Kami ingin Blora menjadi salah satu sentra pertanian organik di Jawa Tengah. Potensi lahan dan komitmen para petani menjadi modal utama untuk mengembangkan sektor ini,” ujar Bupati, Selasa (9/9/2025).
Selain aspek lingkungan, pertanian organik juga dinilai memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Produk-produk organik saat ini semakin diminati pasar, baik domestik maupun ekspor, karena dinilai lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi.
Arief Rohman mengungkapkan rasa bangganya saat mewakili Indonesia pada 25-29 Agustus 2025 dalam acara Kongres Dunia Distrik Organik (ODC) ke-3 yang diselenggarakan di Kota Datong, Provinsi Shanxi, Tiongkok – China. Kongres Kabupaten Organik Tingkat Dunia 2025.
“Atas izin Mendagri, Mensesneg, dan Gubernur Jawa Tengah. Kami mewakili Indonesia untuk berangkat ke Tiongkok dan semua tiket pesawat serta akomodasi ditanggung oleh panitia penyelenggara dari IFOAM-Organics Asia (Korea) Kantor Perwakilan Hebei Tiongkok,” ungkapnya.
Orang nomor satu di Blora itu melanjutkan Dalam forum ini, melibatkan International Network of Eco-regions, Global Alliance of Organic Districts dan Asian Local Government for Organic Agriculture (ALGOA). Dan diikuti sekitar 500 peserta, termasuk lebih dari 100 tamu dan pembicara internasional dari lebih dari 20 negara dan wilayah.
Forum ini menjadi ajang untuk bertukar ide dan sharing mengenai pengembangan distrik / kabupaten organik, yang diikuti 68 delegasi dari berbagai negara.
Pengalaman ini semakin memantapkan tekad Pemkab Blora untuk menguatkan kebijakan yang berpihak pada pertanian organik.
“Kami harus menyusun kebijakan yang berpihak kepada organik. Saya berharap Blora bisa segera menyusun Peraturan Daerah (Perda) soal pertanian organik,” tegas Bupati Arief.
Bupati juga mendorong setiap desa menyediakan lahan bengkok minimal satu hektar sebagai lokasi uji coba pertanian organik.
“jika satu desa bisa menyediakan 1 hektare tentunya di blora ini ada 295 desa/Kelurahan yang bisa ada juga 295 hektare pertanian organik,” tambahnya.
Pemkab Blora bahkan tengah menjajaki kerja sama dengan BUMN, seperti Pertamina, untuk mendukung pendampingan dan pembinaan petani.
“Kami ingin NU, khususnya LPPNU, terus menggerakkan semangat petani organik di setiap desa. Blora harus menjadi kabupaten percontohan di bidang pertanian organik,” tegas Bupati.
Upaya itu terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Blora salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan Nahdlatul Ulama (NU) dalam hal ini PC NU Kabupaten Blora untuk pengembangan pertanian organik yang ada di wilayah Kabupaten Blora.
Pihaknya juga berharap agar nantinya Pemerintah Provinsi dapat mendukung upaya Blora dalam pengembangan pertanian organik. Hal tersebut sejalan dengan harapan Gubernur untuk mewujudkan ketahanan pangan. Termasuk dukungan dari PWNU Jawa Tengah dan lembaganya, yang telah mendampingi dan mendukung pertanian organik di Blora.
Bupati yang akrab disapa Gus Arief tersebut bertekad untuk mewujudkan Blora sebagai kabupaten organik.
“Kita niatkan juga menyuburkan bumi ciptaan Allah SWT, semoga bermanfaat unutk Kabupaten Blora dan kita bertekad menjadi salah satu kabupaten organik yang ada di Jawa Tengah,” lanjut Bupati.
Lebih lanjut, Bupati Arief menyoroti inovasi yang telah dilakukan Blora melalui program GESEKKU (Gerakan Sedekah Kotoran Sapi), yang berhasil mengantarkan Blora meraih predikat Kabupaten Terinovatif dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Inovasi ini menjadi contoh nyata pemanfaatan potensi lokal berupa kotoran ternak.
“Ke depannya, program ini bisa kita tingkatkan lagi, terlebih Blora ini juga menjadi salah satu penghasil ternak terbesar di Jawa Tengah,” tambah Arief Rohman.
Bupati Arief juga menyebutkan bahwa semangat gotong royong dan potensi pertanian Blora sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo di sektor pangan dan pertanian.
“Dengan semangat gotong royong, potensi Blora yang besar adalah pertanian. Bagaimana kita bisa meningkatkan sektor pangan dan pertanian. Ini selaras dengan program prioritas Presiden Prabowo,” terangnya.












