HeadlinePolitik

Ketua Adkasi: Indonesia Perlu Tiru Tiongkok dalam Pemerataan Industri hingga ke Desa

×

Ketua Adkasi: Indonesia Perlu Tiru Tiongkok dalam Pemerataan Industri hingga ke Desa

Sebarkan artikel ini
Ketua Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi), Siswanto.(Dok)

Blora – Ketua Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi), Siswanto, menegaskan bahwa Indonesia perlu mencontoh langkah berani Tiongkok dalam pemerataan kawasan industri hingga ke tingkat desa guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan usai dirinya bersama 20 perwakilan Adkasi lainnya mengikuti program pendidikan dan studi lapangan selama 10 hari di Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

“Cina saat ini memegang 17 persen perekonomian dunia, dan pendapatan domestik regional brutonya nomor dua terbesar di dunia. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari mereka,” ujar Siswanto, Kamis (16/10/2025).

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora itu menilai, kunci kemajuan Tiongkok terletak pada pemerataan industrialisasi, bahkan hingga ke wilayah pedesaan.

“Kawasan industri sangat urgent (penting) di daerah. Industrialisasi mampu menyerap tenaga kerja dan memperkuat perekonomian wilayah. Blora seharusnya mulai bergerak ke arah sana,” tegasnya.

Menurut Siswanto, pengembangan kawasan industri yang inklusif akan memberikan efek domino yang signifikan, mulai dari peningkatan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga terjaganya stabilitas sosial dan politik.

“Ketika industri tumbuh, lapangan kerja terbuka luas. Dari situ, ekonomi daerah menguat dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” jelasnya.

Tak hanya soal industri, Siswanto juga menyoroti pentingnya pemerataan sistem pendidikan sebagai fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.

“SDM unggul akan melahirkan inovasi. Dan inovasi adalah fondasi bagi stabilitas politik serta pembangunan berkelanjutan hingga tingkat desa,” tambahnya.

Dalam kunjungannya ke Tiongkok, Siswanto dan rombongan meninjau sejumlah kawasan industri di Provinsi Fujian, Xinghai, dan Beijing. Ia mengungkapkan bahwa seluruh wilayah yang dikunjungi telah menerapkan sistem industri berbasis energi terbarukan.

“Di Xinghai, industrialisasi sudah menembus tingkat desa. Mereka memanfaatkan energi terbarukan dan mengintegrasikannya dengan sistem pertanian modern. Hasilnya langsung terasa pada ekonomi desa,” paparnya.

Selain kunjungan lapangan, rombongan Adkasi juga berdialog dengan akademisi dan profesor di Beijing untuk mendalami topik-topik strategis seperti modernisasi pendidikan, integrasi industri, dan pengembangan energi bersih.

“Saya belajar langsung bagaimana Tiongkok membangun koneksi antara desa dan kota lewat industri yang terintegrasi dan ramah lingkungan. Ini pelajaran besar bagi kita di Indonesia,” pungkas Siswanto.

Example 120x600