Blora – Tim sepak bola Kabupaten Blora harus mengakui keunggulan tamunya, Kabupaten Demak, dalam laga kualifikasi Pra Porprov Jateng XVII/2026 yang digelar di Lapangan Yonif 410/Alugoro, minggu (16/11/2025).
Tim Kabupaten Blora terpaksa harus mengakui keunggulan dari tim tamu dengan score telak 0-6.
Sejak kick-off, pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi. Tim tamu, Demak, tampil agresif dan langsung menekan pertahanan Blora. Serangan demi serangan dilancarkan hingga membuat barisan belakang tim tuan rumah beberapa kali kewalahan.
Gol pertama Demak tercipta melalui situasi kemelut di depan gawang Blora. Bola liar yang tidak mampu diamankan sempurna berhasil disambar pemain Demak dan mengubah kedudukan menjadi 0–1.
Belum sempat Blora mengatur ritme permainan, gol kedua kembali bersarang. Berawal dari serangan sisi kanan pertahanan Blora, sebuah umpan silang akurat berhasil dimaksimalkan oleh pemain bernomor punggung 24 dari Demak, yang tanpa pengawalan berhasil menuntaskan peluang menjadi gol.
Tertinggal dua gol, Blora berupaya bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun solidnya lini pertahanan Demak membuat beberapa peluang tuan rumah belum mampu membuahkan hasil hingga babak pertama berakhir.
Pertandingan berlanjut dengan Blora mencoba memperbaiki performa, dan mencoba keluar dari tekanan, tim kabupaten Blora justru harus mengakui ketangguhan tim lawan dengan 4 gol tambahan lagi yang masing masing dicetak oleh, nomer punggung 9 Andrean maulana di menit 82 dan 89, nomer punggung 17 Hibatullah abishta di menit 87, dan pemain nomer punggung 7 M. Fahri di menit 92.
Andri Mulyono Jati pelatih tim Porprov Kabupaten Blora menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pemainnya.
“Saya berterima kasih buat teman-teman pemain sudah maksimal. Mereka sudah melakukan persiapan di rumah masing-masing dari satu bulan terakhir,” ujar sang pelatih.
Ia mengungkapkan bahwa timnya belum sempat melaksanakan latihan bersama secara intensif karena keterbatasan yang ada.
“Dipaksakan, bagaimana caranya teman-teman buat tanding. Sudah semangat sudah bagus,” tambahnya.
Meski hasilnya belum maksimal, pelatih menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini bukan hanya pada hasil pertandingan, melainkan pada kinerja dan tanggung jawab pelatih dalam membina pemain.
“Kita enggak lihat hasil, enggak lihat bagaimana kinerja pemain atau bagaimana. Tanggung jawab di pelatih, Mayoritas Skuad Diisi Pemain Muda
,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sebagian besar skuad yang dipersiapkan adalah pemain-pemain muda.
“Kebanyakan yang masih muda ini, 2007-nya cuma dua orang. Lainnya 2008, 2009, 2010,” ungkapnya.
Sementara itu, Pelatih tim sepak bola Porprov Kabupaten Demak, Idrus Gunawan, menyatakan rasa syukur dan kepuasannya atas peningkatan performa yang ditunjukkan anak asuhnya dari pertandingan ke pertandingan. Hal ini disampaikannya usai melakoni pertandingan kualifikasi Porprov Jawa Tengah.
“Mengucapkan syukur alhamdulillah atas penampilan anak-anak yang mungkin dari pertandingan pertama sampai ketiga persentasenya atau meningkat seperti itu,” ucapnya usai membawa lolos ke Porprov tim Kabupaten Demak.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pemain atas penampilan mereka yang berhasil membawa Demak berlaga di ajang Porprov. Untuk ke depan, Idrus menyebutkan bahwa tim akan melakukan evaluasi menyeluruh. Pertemuan dengan manajemen akan segera dilakukan untuk membahas target yang ditetapkan.
“Yang jelas nanti kita banyak evaluasi untuk ke depannya. Kaitannya mungkin habis ini kita ada meeting dengan manajemen seperti apa target yang dibebankan ke kami, diarahkan ke kami,” tambahnya.
Dengan hasil ini Tim Porprov Kabupaten Blora gagal meraih Point dari tiga pertandingan yang telah dilakoni. Hal ini berbalik dengan tim porprov Demak yang berhasil melaju ke Porprov jateng dengan keluar sebagai Juara Grup.












