Blora – Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, sukses mengukir prestasi di tingkat nasional. Desa ini baru saja dianugerahi penghargaan sebagai Desa Inovatif Tematik Pertanian Organik oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
Kepala Desa Sidorejo, Agung Heri Susanto, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para petani yang telah berkomitmen beralih ke sistem pertanian berkelanjutan.
“Alhamdulillah, kami menerima penghargaan Desa Inovatif Tematik Pertanian Organik dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Harapannya, ini tentu menjadi pelecut semangat agar desa-desa di Blora, khususnya Sidorejo, bisa lebih mengembangkan pertanian organik hingga menembus pasar ekspor,” ujar Agung.
Saat ini, Desa Sidorejo telah memiliki lahan pertanian organik seluas 42 hektare. Namun, Agung menjelaskan bahwa dari total luasan tersebut, baru 18 hektare yang sudah mengantongi sertifikat resmi organik.
Pemerintah Desa Sidorejo berkomitmen untuk terus meningkatkan standar kualitas lahan mereka agar seluruh area pertanian organik mendapatkan pengakuan legalitas yang sama.
“Setiap tahun kami dorong agar lahan yang bersertifikat ini terus bertambah. Kami juga memohon dukungan, baik dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, maupun Pusat, agar pertanian organik ini terus berkembang pesat,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Arief Rohman dalam mengucapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya dari kementerian desa ini.
“Ya tentunya ini memacu kita untuk terus memberikan pengabdian kepada masyarakat terlebih disektor pertanian organik,” ucapnya.
Pihaknya berkomitmen untuk mendukung program ketahanan pangan khususnya pertanian organik. Ia juga meminta agar desa-desa mau berinovasi untuk mendukung program tersebut.
“Ini ada beberapa desa yang sudah menjadi contoh, nanti kami minta desa-desa yang lainnya, untuk menyiapkan bengkoknya, percontohan sekitar 1 hektare per desa, untuk kita olah menjadi produk organik,” ungkapnya.
Termasuk dengan menggandeng Ormas dari NU, Muhammadiyah, dan LDII, untuk bisa berperan agar Blora menjadi kabupaten organik.
“Ini mohon dukungan dari Bapak Ibu kepala desa, agar kita menjadi daerah yang memang cinta terhadap lingkungan, dan pelestarian pertanian yang berbasis organik ini,” pungkasnya.
Tak hanya pertanian organik, kabupaten Blora, salah satu Desa di Kecamatan Jepon yaitu desa Geneng juga menerima penghargaan lomba inovasi desa ramah perempuan, peduli anak dan pendidikan dari Kementerian Desa.
“Tentunya ini juga memacu kita untuk terus memajukan segala sektor dari Desa,” Pungkasnya.
Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada seremoni penghargaan, tetapi menjadi langkah awal bagi Kabupaten Blora untuk menjadi lumbung pangan organik. Dengan dukungan regulasi dan bantuan teknis dari pemerintah tingkat atas, Agung optimis hasil tani warga Sidorejo nantinya mampu bersaing di kancah internasional (ekspor).












