Blora – Kondisi infrastruktur jalan, pasar murah, dan program mudik gratis menjadi perhatian bersama dalam Rapat Koordinasi Ekuinda Kesiapan Lebaran 2026, yang dipimpin Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, pada Rabu siang (4/3/2026), di Ruang Pertemuan Setda Kabupaten Blora.
Dengan didampingi Ketua DPRD, bersama Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Setda Blora, Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini menekankan agar seluruh stakeholder menyukseskan kelancaran dan keamanan Lebaran Idul Fitri 1447 H pada pekan ketiga Maret mendatang.
“Yang pertama tentang kondisi jalan. Jalan jalan yang mejadi jalur utama mudik di Kabupaten Blora tidak boleh ada yang masih berlubang. Semuanya harus dapat dilewati saudara saudara kita dengan nyaman. Kami kemarin saat ke Semarang sudah bertemu dengan Pak Henggar (Kepala DPUPR Jateng), kami minta agar semua jalan provinsi di Blora yang masih rusak untuk segera diperbaiki. Seperti Kunduran – Ngawen, dan beliau menyatakan siap untuk segera menindaklanjuti,” ucap Hj. Sri Setyorini.
“Kebetulan kemarin juga ketemu Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional, langsung saya sampaikan tentang kondisi jalan nasional di Kabupaten Blora mulai perbatasan Mantingan – Blora hingga Cepu. Alhamdulillah direspon dan segera meminta agar tenaga teknis jalan nasional wilayah Rembang Blora untuk menangangi kerusakan,” lanjutnya.
“Kemudian untuk jalan kabupaten, saya minta Mas Huda (Plt. Ka DPUPR) dan Mas Danang (Kabid Bina Marga) jangan sampai ada jalan jalur mudik yang berlubang. Pemeliharaan dan perawatan jalan segera dilakukan. Kedepan, kami mohon DPRD menyetujui penambahan anggaran pemeliharaan jalan,” tambah Wakil Bupati.
Dirinya lantas menyampaikan arahan dari Menko Pangan yang meminta seluruh daerah bisa mengontrol kenaikan harga sembako jelang Ramadan dengan menyelenggarakan pasar murah atau sejenisnya.
“Kemarin saat rakor di Semarang, Pak Zul (Menko Pangan) juga meminta kepada seluruh Kabupaten Kota untuk menggelar pasar murah atau sejenisnya untuk mencegah kenaikan harga sembako jelang lebaran. Tidak hanya pasar murah tingkat Kabupaten tetapi Kecamatan hingga Desa. Mari kita diskusikan bersama, konsepnya seperti apa? Bisa sampai ke Desa atau tidak?” sambung Sri Setyorini.
Selanjutnya, Wakil Bupati menyoroti program mudik gratis tahun 2026 yang akan diselenggarakan secara serentak se Jawa Tengah dari Taman Mini Indonesia Indah pada 16 Maret nanti. Pihaknya menginginkan agar ada penambahan jumlah bus.
“Dulu saat ada acara pertunjukan seni di TMII Jakarta, kebetulan saya hadir mewakili Pak Bupati. Disini banyak para perantau Blora yang meminta agar bus mudik gratis ditambah karena tahun lalu dirasa kurang. Jadi tolong besok kalau bisa busnya ditambah satu atau dua unit lagi. Bisa minta CSR Hiswana Migas, Pertamina atau PLN,” ujar Wakil Bupati.
Adapun Plt.Ka DPUPR Nidzamudin Al Huda, ST., yang hadir bersama Kabid Bina Marga, menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan terkait pemeliharaan jalan untuk kenyamanan para pemudik saat pulang ke Blora.
“Siap, kami akan tindaklanjuti. Saat ini pemeliharaan jalan dengan menutup lubang terus dilakukan di jalur jalur utama mudik. Untuk kondisi jalan mantap di wilayah Kabupaten Blora di kisaran 69-70 persen,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dindagkop UKM, Kiswoyo, SH., M.Si, menyatakan bahwa saat ini harga sembako di Kabupaten Blora secara umum masih cenderung normal. Tidak ada lonjakan yang signifikan. Hanya ada beberapa komoditas yang mengalami sedikit kenaikan seperti bawang merah dan daging ayam.
“Beras, gula pasir, minyak goreng, telur, bawang putih, daging sapi, kedelai dan tepung terigu semuanya masih stabil. Sedangkan bawang merah ada kenaikan dari Rp 36 ribu / kg jadi Rp 42 ribu / kg, dan daging ayam ada kenaikan dari Rp 40 ribu / kg jadi Rp 41 ribu / kg. Namun juga ada yang harganya turun seperti cabe merah dari Rp 29 ribu /kg jadi Rp 24 ribu / kg, begitu juga cabe rawit sama turunnya,” terang Kiswoyo.
“Perihal ketersediaan semuanya masih aman, hanya bawang putih yang tidak ada karena memang Blora tidak ada petani bawang putih sehingga harus mendatangkan dari luar daerah. Sehingga kami berharap distribusi berjalan lancar agar harganya tetap stabil,” sambungnya.
Terkait pasar murah, Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) lewat sekretarisnya, Lilik Setyawan, mengatakan bahwa pihaknya siap untuk kembali menggerakkan Gerakan pangan murah yang bekerjasama dengan BUMD se Kabupaten Blora. Seperti yang dilakukan tahun lalu sehingga menjadi inovasi dalam pengendalian inflasi.
“Untuk mendukung pasar murah, mungkin nanti bisa dilanjutkan program BUMD peduli inflasi dengan Gerakan pangan murah di beberapa titik ekonomi masyarakat seperti tahun lalu,” ujarnya.
Selanjutnya, Plt. Kepala Dinrumkimhub, Dasiran, S.Ag., M.Si., melalui Sekretarisnya, Sukartono, menyampaikan bahwa tahun 2026 ini untuk program mudik gratis akan diberangkatkan secara bersama-sama serentak se Jawa Tengah dari TMII Jakarta pada 16 Maret 2026 mendatang.
“Kabupaten Blora untuk mudik gratis sementara ada 6 bus, 2 bus dari Pemkab, 2 bus dari Baznas, dan 2 bus dari bantuan PT Semen Gresik. Sedangkan untuk arus balik gratis hanya ada 1 armada bus yang akan diberangkatkan pada 28 Maret 2026. Jika akan penambahan, pihaknya menyatakan siap untuk mengkoordinasikan dengan pihak pihak terkait,” ucap Sukartono.
Acara Rakor juga dilanjutkan dengan pemaparan pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 dari pihak Polres Blora, dan pengamanan malam takbiran untuk menghindari konvoi kendaraan bermotor hingga pembatasan penggunaan sound horeg.












