HeadlinePemerintahan

Bupati Blora Minta OPD Percepat Realisasi dan Genjot PAD

×

Bupati Blora Minta OPD Percepat Realisasi dan Genjot PAD

Sebarkan artikel ini
Bupati Blora saat rapat POK.(Dok)

Blora-Tahun Anggaran 2026 tinggal menyisakan waktu sekitar tiga bulan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mulai memacu pelaksanaan program dan kegiatan agar target pembangunan maupun penyerapan anggaran dapat berjalan sesuai jadwal.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si. dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Pemkab Blora yang digelar di Ruang Pertemuan Setda Blora, Rabu (16/9/2026).

Turut hadir Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Pj Sekda Blora, Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, kepala OPD Pemkab Blora dan Camat.

Dalam rakor tersebut, Bupati meminta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memaparkan capaian progres pelaksanaan kegiatan sekaligus realisasi dan penyerapan anggaran. Evaluasi ini dinilai penting mengingat waktu pelaksanaan APBD 2026 semakin terbatas.

“Ini sudah masuk bulan September, kita minta laporan dari OPD terkait capaian-capaiannya, dan juga dengan  BPS kami minta untuk terkait dengan data di triwulan ke II ini baik itu terkait dengan perkembangan ekonomi, dan sebagainya” terang Bupati.

Bupati juga menyoroti pertumbhhan ekonomi Kabupaten Blora yang masih berada di kisaran 3 persen.

Karena itu, ia meminta adanya rekomendasi dan langkah konkret agar pemerintah daerah tetap memiliki sasaran pertumbuhan yang realistis sekaligus mampu mendorong perekonomian daerah.

Evaluasi juga mencakup kondisi kemiskinan dan sejumlah indikator pembangunan lainnya yang menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan Kabupaten Blora.

“Termasuk juga mengenai kemiskinan dan juga indikator-indikator lain,”tambahnya.

Di sisi penganggaran, Bupati meminta jajaran OPD memastikan progres penyerapan anggaran terus dikawal.

Selain APBD murni, pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari perubahan anggaran juga harus dipersiapkan sejak dini agar tidak terjadi penumpukan kegiatan di penghujung tahun.

“Progres penyerapan realisasi anggaran, dan kita selain murni ini ada perubahan anggaran, tolong disiapkan juga bagaimana nanti pelaksanaan untuk perubahan anggaran ini bisa juga kita laksanakan sesuai dengan jadwal yang ada,” lanjutnya.
Selain penyerapan anggaran, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) turut menjadi perhatian. Bupati meminta para camat melakukan pemetaan terkait Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), sedangkan OPD yang memiliki sumber PAD diminta memastikan target yang telah ditetapkan dapat dicapai.

Bupati mendorong jajarannya untuk tidak hanya mengandalkan sumber PAD yang selama ini sudah berjalan, tetapi juga melakukan inventarisasi terhadap berbagai potensi baru yang dapat dikembangkan.

“Potensi-potensi yang sekiranya bisa kita lakukan kita petakan untuk meningkatkan PAD. Termasuk dengan inventarisir potensi sumber PAD” paparnya.

Menurutnya, sektor-sektor yang selama ini menjadi penopang perekonomian Blora juga perlu terus didorong agar memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Termasuk dengan melihat beberapa sektor-sektor yang berkontirbusi terhadap ekonomi di Kabupaten Blora untuk dapat terus didorong, seperti halnya sektor pertanian, perdagangan dan sebagainya” pintanya.

Selain membahas ekonomi dan penganggaran, rakor POK juga membahas sejumlah agenda strategis daerah, mulai dari pelaksanaan pembangunan infrastruktur, penanganan bencana kekeringan dan dukungan air bersih, hingga inventarisasi potensi peningkatan PAD.

Pemkab Blora juga terus memberikan dukungan terhadap sejumlah program strategis nasional yang berjalan di daerah, di antaranya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si. juga menyerahkan Keputusan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Blora kepada Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini.

Penunjukan Plt Bupati dilakukan seiring dengan rencana Bupati Arief Rohman melaksanakan ibadah umrah hingga akhir September 2026. Proses penunjukan tersebut telah melalui mekanisme perizinan dan ketentuan yang berlaku.

Dalam rakor tersebut, Kepala BPS Kabupaten Blora Rukhedi, S.Si., MSE turut memaparkan kondisi perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora pada semester I tahun 2026 tercatat sebesar 3,90 persen.

Sementara itu, jika sektor migas dan pertambangan tidak diperhitungkan, pertumbuhan ekonomi Blora pada semester I 2026 mencapai 5,49 persen.

BPS menjelaskan, sejumlah sektor utama yang berkontribusi terhadap perekonomian Blora antara lain sektor pertanian, pertambangan, perdagangan, industri dan sektor lainnya.

Sektor pertanian masih mengalami pertumbuhan, meskipun pada semester I 2026 mengalami perlambatan sehingga tumbuh sebesar 0,66 persen. Di sisi lain, sektor pertambangan mengalami kontraksi cukup dalam sebesar – 4,24 persen.

Kondisi sektor pertambangan tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi Blora secara keseluruhan hingga berada pada angka 3,90 persen.

Example 120x600