ArtikelSeni dan Budaya

“Sang Ekalaya” Karya Dosen ISI Surakarta di Pentas Triwulan Catha Ambya ke-4

×

“Sang Ekalaya” Karya Dosen ISI Surakarta di Pentas Triwulan Catha Ambya ke-4

Sebarkan artikel ini
Tarian Sang Ekalaya saat dipentaskan di Triwulan Catha Ambya ke-4. (Dok)

Oleh : Adhima Aulia

Jurusan Tari, ISI Surakarta

Triwulan Catha Ambya ke-4 menampilkan tari-tarian dari Dosen maupun Mahasiswa. Salah satunya adalah karya dari dosen Nuryanto, S.Kar., M.sn. Karya tersebut adalah “SANG EKALAYA”

Karya ini terinspirasi daru raja muda dari suatu kerajaan kecil yang merasa dirinya tidak memiliki kewibawaan dan kesaktian.

Ekalaya meninggalkan kerajaannya dan istrinya untuk mencari Resi Kumbayana yang dia yakini seorang resi yang sakti dan mumpuni dalam olah spiritual dan kadigdayan.

Tapi Resi Kumbayana menolak menjadi guru Ekalaya, karena ia sudah menjadi guru dari darah kuru yaitu Kurawa dan Pandawa. Tapi Ekalaya tidak berhenti disana, Ekalaya membuat patung Resi Kumbayana dan di dalam karya ini di gambarkan oleh dua gunungan yang menceritakan proses Ekalaya membuat patung Resi Kumbayana.

Dari patung Resi Kumbayana itulah Ekalaya belajar, dari ketekunan dan ketulusan Ekalaya ia menjadi sangat sakti. Bahkan ketika Arjuna menantang Ekalaya pada sebuah duel, Arjuna pun kalah.
Dari kekalahan Arjuna itu Resi Kumbayana tidak terima jika Arjuna, murid kesayangannya itu kalah dari Ekalaya.

Akhirnya, Resi Kumbayana meminta aji-aji Ekalaya beruapa cincin yang sudah menyatu dengan ibu jari Ekalaya.

Ekalaya mengatakan pada Resi Kumbayana jika ia melepas cincin itu maka ia akan tiada.
Tapi Resi Kumbayana tetap meminta cincin itu, karena ketulusan Ekalaya dan sudah menganggap Resi Kumbayana sebagai gurunya. Ekalaya melepas cincin itu dan memberikan cincin itu pada Resi Kumbayana.

Dan setelah itu, Ekalaya tiada dan pada saat itu juga istri Ekalaya datang saat ia sudah tiada. Istri Ekalaya yang sangat setia ini memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Example 120x600